Beban Generasi Sandwich Kian Berat: BKKBN Turun Tangan Bekali Konselor Keluarga

Generasi sandwich tertekan beban finansial & psikologis karena harus menanggung hidup keluarga & orang tua. Konseling keluarga meningkat, BKKBN gelar pelatihan konselor.

Muhammad Ilham Baktora | Hiskia Andika Weadcaksana
Rabu, 01 Oktober 2025 | 16:25 WIB
Beban Generasi Sandwich Kian Berat: BKKBN Turun Tangan Bekali Konselor Keluarga
Perwakilan BKKBN DIY menggelar pembekalan bagi pengelola Satyagatra dari tingkat provinsi hingga kapanewon di Jogja. (dok.Istimewa)
Baca 10 detik
  • Sandwich Generation menjadi persoalan yang sedang dihadapi sejumlah anak muda
  • Sejumlah layanan konseling keluarga ikut ramai menerima klien
  • Beban yang dialami sandwich generation ini tak hanya finansial tapi juga mental

Sebanyak 66 persen cemas soal masa depan, 52 persen kesulitan menabung, dan 40 persen lebih mudah stres.

Tak berhenti di situ, banyak yang merasa terhambat kariernya dan rentan sakit karena kelelahan.

Di sisi lain, beban generasi sandwich juga tidak sepenuhnya salah mereka.

Ada 'Dosa Masa Lalu'

Baca Juga:Perdana Arie Veriasa Ditangkap Polda DIY, BEM KM UNY Tuntut Pembebasan, Ini Alasannya

Menurut financial planner Harryka Joddy, ada faktor 'dosa masa lalu' dari generasi sebelumnya yang kini makin terasa dampaknya.

"Justru berawal dari kesalahan generasi sebelumnya yang tidak terpikir atau gagal menyiapkan masa tuanya," kata Harryka.

Harryka menilai, gaya hidup konsumtif, manajemen keuangan buruk, serta pekerjaan tanpa jaminan hari tua membuat beban itu akhirnya diwariskan dan harus ditanggung generasi sekarang.

"Dari penelitian yang dilakukan prakarsa.org, 93 persen responden dengan usia produktif sadar bahwa dana pensiun atau jaminan hari tua itu penting. Sayangnya, cuma 11 persen yang mempersiapkannya," ungkap dia.

Oleh sebab itu, Harryka mendorong generasi muda mulai disiplin mencatat arus kas bulanan bahkan sekadar pengeluaran kecil yang bisa terbaca lewat riwayat mobile banking.

Baca Juga:UMKM DIY Menjerit, Kebijakan Tak Efektif? DPRD Janji Evaluasi Mendalam

"Dari situ akan terlihat sebenarnya pengeluaran apa saja yang berkontribusi pada 'ketekoran' atau yang menyebabkan sulit menabung/investasi," ujarnya.

Ia mencontohkan, kebiasaan nongkrong ngopi di kafe usai kerja bisa jadi penyebab bocornya dompet tanpa disadari.

Sementara itu Kepala Perwakilan BKKBN DIY Mohamad Iqbal Apriansyah berharap pembekalan semacam ini bisa memperkuat keterampilan konselor.

Menurutnya, para pengelola layanan keluarga dapat memanfaatkan pula pelatihan daring yang sudah rutin diselenggarakan BKKBN, seperti program TAMASYA di Kerabat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak