Rumput yang Menghidupi: Cerita Pemuda Sleman Sukses Jadi 'Bakul Suket Online'

Riyang (26) sukses berbisnis rumput daring "Bakul Suket" via medsos. Dari lahan keluarga, ia menjual rumput segar hingga kirim ke luar kota. Kini, ia ingin ekspansi.

Budi Arista Romadhoni | Hiskia Andika Weadcaksana
Selasa, 18 November 2025 | 16:15 WIB
Rumput yang Menghidupi: Cerita Pemuda Sleman Sukses Jadi 'Bakul Suket Online'
Riyang Gati, seorang pemuda asal Kapanewon Moyudan, Sleman yang menjual rumput secara online. [Suara.com/Hiskia]
Baca 10 detik
  • Riyang Gati (26) dari Moyudan, Sleman, memulai bisnis daring "Bakul Suket" karena menganggur dan lahan keluarga tidak panen padi.
  • Pemasaran dilakukan melalui media sosial seperti TikTok dan Instagram dengan identitas digital 'suketin.id', sementara harga awal Rp25 ribu per karung.
  • Pesanan pertama diterima pada 31 Oktober 2025 dari Sedayu, Bantul, dan kini ia mampu mengirim hingga luar kota seperti Tangerang.

Setidaknya setiap hari ia bisa membawa pulang beberapa karung rumput hasil ngarit.

"Sehari minimal lima sampai enam karung sehari," imbuhnya.

Meski baru berjalan seumur jagung, Riyang sudah memikirkan langkah ke depan untuk bisnisnya ini. Termasuk memperluas layanan penjualan online melalui marketplace.

Tanpa iklan berbayar, ia justru menerima pesanan dari Tangerang. 

Baca Juga:Soal Klaim Anies Baswedan Banyak Dapat Dukungan dari Akar Rumput PPP, Sandiaga Uno Tenang-tenang Saja

"Saya upload tidak saya iklan. Setelah sehari ada yang beli," ucapnya. 

Untuk mengirim rumput jarak jauh, ia mengeringkan rumputnya lalu membungkusnya dengan trashbag agar tetap aman. Harga untuk pembelian lewat platform tersebut dipatok Rp 30 ribu per karung. 

Ia merasa lega setelah barang sampai tanpa kendala. Sejak itu, pertanyaan dari berbagai peminat di berbagai daerah mulai dari Magetan, Wonosobo, hingga Cilacap mulai berdatangan.

Di wilayah Sleman dan sekitarnya, pembeli kian bertambah. Banyak pelanggan yang menemukan dagangannya lewat unggahan media sosial. 

Riyang bahkan mengaku pernah mengantar pesanan hingga kawasan Wirobrajan, Kota Yogyakarta. Ia lantas menyadari bahwa beternak ternyata juga dilakukan sebagian warga kota. 

Baca Juga:Mardiono Akui Banyak Barisan Akar Rumput Dukung Ganjar, Potensi PPP Gabung PDIP?

Dengan meningkatnya permintaan rumput ini, Riyang merasa perlu memperluas lahan rumput. Pasalnya dia menilai lahan keluarga tidak akan mencukupi dalam jangka panjang. 

"Tetap ekspansi sekitar. Mau tidak mau nyewa," tandasnya. 

Riyang bilang ingin menekuni usaha ini lebih serius. Ia berharap usahanya bisa berkontribusi bagi lingkungan sekitar dengan membuka peluang pekerjaan baru. 

Selama ini ia hanya dibantu oleh pamannya untuk ngarit. Jika pesanan terus stabil, ia berencana menambah orang untuk membantunya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak