Garin Nugroho Singgung Peran Pemerintah: Film Laris, Ekosistemnya Timpang

Garin Nugroho nilai film Indo rapuh & timpang; sukses sporadis berkat kreativitas warga, bukan sistem pemerintah. Ia desak pemerintah bangun 4 pilar ekosistem film.

Budi Arista Romadhoni | Hiskia Andika Weadcaksana
Senin, 12 Januari 2026 | 21:44 WIB
Garin Nugroho Singgung Peran Pemerintah: Film Laris, Ekosistemnya Timpang
Sutradara Garin Nugroho. [Suara.com/Hiskia]
Baca 10 detik
  • Sineas senior Garin Nugroho menyatakan industri film Indonesia saat ini rapuh meskipun meraih jutaan penonton.
  • Kesuksesan film yang dicapai murni berasal dari kreativitas warga, bukan keberhasilan pembangunan sistem pemerintah.
  • Garin mendesak pemerintah segera membangun empat pilar ekosistem film: regulasi, fasilitas, dana, dan publikasi.

SuaraJogja.id - Di tengah euforia angka jutaan penonton yang kerap diraih film-film Indonesia belakangan ini, sineas senior Garin Nugroho justru memberikan sentilan kepada pemangku kebijakan. 

Ia menilai industri film tanah air saat ini masih rapuh dan mengalami ketimpangan.

Garin menyebut bahwa kesuksesan film Indonesia saat ini bersifat sporadis dan tidak mencerminkan ekosistem yang sehat. 

Menurutnya, angka penonton yang fantastis hanya dinikmati oleh segelintir kelompok industri. Sementara tak sedikit pelaku film lainnya berjuang tanpa dukungan sistem yang memadai.

Baca Juga:Warisan Terakhir Hamzah Sulaiman: Film 'Jagad'e Raminten' Ungkap Kisah Kabaret Inklusif Jogja

Garin menekankan bahwa lompatan beberapa film Indonesia yang terjadi saat ini murni lahir dari inisiasi dan kreativitas warga, bahkan tak hanya filmmaker. Bukan karena keberhasilan sistem pemerintah dalam membangun industri.

"Lompatan-lompatan industri, itu karena kreativitas, bukan karena sistem. Sehingga memang pemerintah itu perlu terima kasih sama warga dalam berbagai profesi ya," kata Garin ditemui di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Senin (12/1/2025).

Sutradara film Kucumbu Tubuh Indahku itu mengibaratkan kondisi perfilman Indonesia saat ini seperti lahan perkebunan yang tidak terawat. 

Tanpa ekosistem yang dibangun oleh regulasi pemerintah. Hanya bibit-bibit tertentu yang mampu bertahan hidup.

"Kalau tanaman itu ekosistemnya belum jadi, yang tumbuh cuma satu, dua, tiga tanaman. Tanaman lain enggak jadi," ungkapnya.

Baca Juga:Terinspirasi Kisah Nyata! Film Horor 'Dasim' Bongkar Cara Jin Dasim Hancurkan Rumah Tangga

Kondisi ini menciptakan ilusi kesuksesan. Secara angka statistik nasional terlihat memukau. Namun secara fundamental, industrinya keropos. 

"Sukses tapi banyak hal yang tidak terbangun. Itu kan industri yang rapuh," tandasnya.

Menanggapi fenomena ketimpangan ini, Garin meminta pemerintah tidak lagi menggunakan pendekatan 'tambal sulam'. 

Ia mendesak pemerintah untuk turun tangan membangun empat pilar utama ekosistem perfilman yang selama ini diabaikan. Mulai dari peraturan (regulasi), dukungan fasilitas, dukungan dana, dan dukungan publikasi/kehumasan.

Tanpa perbaikan fundamental pada empat pilar tersebut, Garin memprediksi tren perfilman Indonesia akan terus tidak stabil. 

"Boleh skala prioritas tapi harus dilakukan. Kalau enggak, jadi cuma gaduh di media aja kok. Industri yang rapuh dan gaduh," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak