Ironi Dunia Kedokteran, Orang RI Buang Uang Rp160 Triliun ke Luar Negeri untuk Berobat

Indonesia rugi $10M Miliar/tahun krn berobat ke luar. Mendikbudristek dorong RS fokus jadi "center of excellence" agar layanan lokal bisa bersaing.

Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 13 Februari 2026 | 14:45 WIB
Ironi Dunia Kedokteran, Orang RI Buang Uang Rp160 Triliun ke Luar Negeri untuk Berobat
Ilustrasi pasien, dokter, orang sakit. Orang Indonesia kini lebih tertarik berobat ke luar negeri. (freepik)
Baca 10 detik
  • Indonesia menghabiskan Rp160 triliun tiap tahun untuk kesehatan di luar negeri, padahal memiliki banyak fakultas kedokteran.
  • Mendiktisaintek Brian Yuliarto menekankan peningkatan layanan dan fasilitas rumah sakit agar mampu bersaing global.
  • Strategi fokus membangun "pusat unggulan" di beberapa rumah sakit pendidikan menjadi kunci menarik pasien internasional.

Sebagai organisasi yang telah lama berkecimpung dalam pendidikan dan kesehatan, Muhammadiyah dinilai memiliki fondasi kuat.

Dengan 24 program pendidikan dokter spesialis yang terus berkembang, Brian mengingatkan agar program ini tidak sekadar menjadi instrumen komersialisasi.

"Niat kita harus menghasilkan dokter-dokter berkualitas dan berintegritas. Kalau niatnya benar, keberkahan dan dukungan akan mengikuti. Tapi kalau dari awal orientasinya hanya bisnis, biasanya tidak akan bertahan," ungkapnya.

Akses pendidikan spesialis juga harus tetap memberi ruang bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu, menjaga misi sosial pendidikan sejalan dengan semangat pengabdian Muhammadiyah.

Baca Juga:Banyak iPhone hingga Mac Berserakan di Gedung FK, Warganet: Fix Sultan

Keberhasilan Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah yang terverifikasi WHO sebagai tim medis darurat pertama dari Indonesia menjadi bukti konkret bahwa lembaga berbasis masyarakat mampu menembus standar global.

"Kita punya SDM, kita punya jaringan rumah sakit, kita punya organisasi yang kuat. Tinggal bagaimana kita fokus, jaga kualitas, dan punya visi besar," pungkas Brian.

Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan rumah sakit pendidikan harus diperkuat untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai destinasi utama layanan kesehatan global, bukan lagi sekadar pasar bagi rumah sakit asing.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Baca Juga:Bukan Jadi Pelakor Lagi, Anya Geraldine Tuai Sanjungan di Web Series Terbaru, Netizen: Makin Bagus Aktingnya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini