Tekanan Ekonomi Meningkat, Pemkot Yogyakarta Didorong Luncurkan KUR Daerah Bunga Hingga Nol Persen

KUR Daerah diharapkan bisa mengatasi krisis ekonomi di kalangan masyarakarta, dan meningkatkan daya beli.

Budi Arista Romadhoni | Hiskia Andika Weadcaksana
Selasa, 09 Juni 2026 | 06:54 WIB
Tekanan Ekonomi Meningkat, Pemkot Yogyakarta Didorong Luncurkan KUR Daerah Bunga Hingga Nol Persen
Ilustrasi KUR untuk rakyat. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • DPRD Dorong Pemkot Yogya Siapkan KUR Daerah
  • Tekanan Ekonomi Mulai Terasa di Tingkat Bawah
  • KUR Daerah Dinilai Jadi Instrumen Ketahanan Ekonomi

SuaraJogja.id - DPRD Kota Yogyakarta mendorong Pemerintah Kota Yogyakarta segera menyiapkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Daerah. Hal itu penting untuk memperkuat perlindungan ekonomi masyarakat di tengah tekanan ekonomi yang mulai dirasakan kelompok rentan.

Sekretaris Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, Munazar, mengatakan pemerintah tidak boleh menunggu hingga dampak perlambatan ekonomi dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Menurutnya, sejumlah indikator menunjukkan tekanan ekonomi mulai terasa hingga tingkat bawah

"Inflasi Kota Yogyakarta pada Maret 2026 mencapai 4,19 persen, tertinggi di DIY. Kenaikan harga terjadi pada sektor perumahan, listrik, konsumsi, pendidikan, serta berbagai kebutuhan sehari-hari yang langsung memengaruhi kehidupan warga," kata Munazar, Senin (8/6/2026).

Pelemahan nilai tukar rupiah hingga menyentuh level Rp18 ribu per dolar AS harus menjadi perhatian serius. Kondisi tersebut berpotensi semakin meningkatkan harga barang dan biaya operasional yang pada akhirnya membebani masyarakat, terutama kelompok ekonomi kecil.

Baca Juga:Program Gentengisasi Buka Peluang Baru bagi UMKM Bahan Bangunan

Munazar menuturkan bahwa Pemkot Yogyakarta harus bergerak cepat menyiapkan langkah mitigasi ekonomi yang nyata. Terlebih, kelompok seperti UMKM, pedagang kaki lima, dan usaha rumah tangga merupakan pihak yang paling rentan ketika daya beli melemah dan biaya hidup meningkat.

Salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan, kata dia, adalah pemberian KUR Daerah melalui skema pembiayaan berbunga rendah atau bahkan hingga nol persen bagi kelompok sasaran tertentu.

"KUR Daerah jangan hanya dipandang sebagai program kredit. Dalam situasi seperti sekarang, KUR dapat menjadi instrumen untuk menjaga daya tahan ekonomi warga agar usaha mikro tetap bertahan dan perputaran ekonomi di tingkat masyarakat tetap berjalan," ujarnya.

Lebih lanjut ia menegaskan keberhasilan pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur dari banyaknya festival, pameran, atau agenda seremonial ekonomi kreatif. 

"Pemkot perlu menghadirkan kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, terutama kelompok rentan," ucapnya.

Baca Juga:Lebaran Tanpa Pulang Kampung: Kisah Pilu Pekerja di Yogyakarta, Tiket Mahal dan Ekonomi Sulit

Namun hal yang lebih penting saat ini adalah memastikan masyarakat memiliki kemampuan bertahan menghadapi gejolak ekonomi.

"KUR Daerah bisa menjadi salah satu solusi agar masyarakat tetap produktif dan mampu menghadapi tekanan ekonomi yg kian kompleks," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak