Sekjen PDIP: Hadapi Krisis, Pemerintah Harus Berani Pangkas Pengeluaran Tak Perlu

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto desak pemerintah efisiensikan belanja negara yang tidak produktif dan hentikan pemotongan anggaran daerah demi menjaga ekonomi

Budi Arista Romadhoni | Hiskia Andika Weadcaksana
Kamis, 09 April 2026 | 17:36 WIB
Sekjen PDIP: Hadapi Krisis, Pemerintah Harus Berani Pangkas Pengeluaran Tak Perlu
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto. [Suara.com/Hiskia]
Baca 10 detik
  • Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mendesak pemerintah mengevaluasi belanja negara demi efisiensi anggaran di tengah ketidakpastian ekonomi global.
  • Pemerintah pusat diminta menghentikan pemotongan transfer ke daerah dan fokus mengalihkan belanja tidak mendesak menjadi pengeluaran produktif.
  • Penghematan anggaran harus dioptimalkan untuk memperkuat kedaulatan pangan serta mendukung infrastruktur kerakyatan guna menjaga stabilitas ekonomi nasional.

SuaraJogja.id - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menekankan pentingnya langkah ekstrem dalam pengelolaan anggaran negara di tengah ketidakpastian ekonomi global. 

Hasto menilai, langkah utama yang harus diambil pemerintah saat ini adalah keberanian untuk menyisir kembali belanja negara dan memangkas pengeluaran yang tidak memberikan dampak langsung pada produktivitas rakyat.

"Jadi ketika siapa pun, termasuk di dalam ekonomi rumah tangga, ketika menghadapi krisis, langkah pertama adalah mengurangi pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu dan kemudian dari pengeluaran yang tidak perlu itu diubah menjadi pengeluaran yang produktif," kata Hasto ditemui di Balai Kota Yogyakarta, Kamis (8/4/2026).

Hasto mengkritik kebijakan pemerintah pusat yang justru melakukan pemotongan transfer ke daerah (TKD). Menurutnya, kebijakan tersebut tidak tepat sasaran.

Baca Juga:PDIP Hadirkan Lakon Wisanggeni Lahir, Hasto Kristiyanto: Gambarkan Suasana Kebatinan Partai

Alih-alih memotong hak daerah, PDIP mendorong adanya evaluasi total terhadap efisiensi birokrasi dan belanja modal yang tidak mendesak. 

Setiap rupiah yang berhasil dihemat dari pengeluaran yang tidak perlu harus dikonversi menjadi bantuan sarana produksi pertanian atau infrastruktur kerakyatan.

"Dari pengeluaran yang tidak perlu itu diubah menjadi pengeluaran yang produktif. Contohnya di sini (Pemkot Jogja) membuat cabang untuk warung Brongkos yang cita rasanya luar biasa. Itu artinya menciptakan gerak ekonomi, nah Pemda memberikan campur tangan di situ," ujarnya.

Di sisi lain, PDIP mendesak agar pemerintah segera memperkuat ketahanan fiskal nasional. Hal ini dianggap krusial agar masyarakat tidak terus dibayangi kecemasan terhadap isu kenaikan harga BBM saat gejolak energi global.

"Persiapan menghadapi krisis itu harus kita siapkan secara progresif. Termasuk perlunya evaluasi terhadap pemotongan anggaran di daerah," ujarnya.

Baca Juga:Ketua KPK Pastikan Kasus Suap Hasto Kristiyanto Akan Tuntas, Diawasi Ketat

Hasto mengingatkan bahwa fokus utama pemerintah seharusnya adalah memastikan kedaulatan pangan tetap terjaga di tengah keterbatasan anggaran.

Baginya, efisiensi yang dilakukan pemerintah pusat tidak boleh mengorbankan kebutuhan dasar masyarakat yang paling fundamental.

"Transfer ke daerah yang dipotong itu perlu dilakukan evaluasi dan kemudian harus mendorong bagaimana daerah punya kemampuan untuk mendorong daya tahan perekonomian kita," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak