- Paguyuban staf notaris dan pekerja lepas menggeruduk Kantor BPN Sleman pada Rabu (10/6/2026) karena lambatnya pelayanan birokrasi.
- Massa memprotes penumpukan berkas serta aturan birokrasi yang dinilai berubah-ubah pada loket koreksi berkas dan jalur surat ukur.
- Pemkab Sleman berkomitmen memperbaiki pelayanan melalui dukungan fasilitas serta pembaruan sistem administrasi pasca masa transisi sertifikat elektronik.
"Jadi ada keseimbangan yang memang sedang berkontraksi menciptakan kebaikan baru dan semua kemarin sepakat semua siap berubah memberikan pelayanan yang terbaik," tegasnya.
Ia menambahkan, hasil audiensi tidak berhenti pada pernyataan komitmen semata. Saat ini BPN disebut tengah menyiapkan pembaruan sistem administrasi pertanahan, termasuk pembenahan manajemen pelayanan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
"BPN juga nanti akan menginformasikan bentuk-bentuk sistem manajemen sistem baru di administrasi pertanahan. Kemudian juga penataan di SDM-nya sendiri peningkatan kapasitas dan integritasnya, dan kemudian juga manajerialnya untuk melakukan pelayanan yang lebih baik," ungkapnya.
Pemkab Sleman, lanjut Agung, siap mendukung pembenahan layanan melalui kebijakan maupun dukungan sarana dan prasarana. Langkah itu dilakukan agar pelayanan pertanahan ke depan tidak lagi memicu keluhan masyarakat.
Baca Juga:Duh! Gara-gara Nilai Rupiah Anjlok, Target Pembangunan Infrastruktur DIY Terancam Meleset
"Setelah ini akan dikaji hasil masukan kemarin karena secara teknis memang harus ada yang lebih didetailkan," tandasnya.