Baca 10 detik
- Sejumlah musisi dan pelaku UMKM membatalkan keikutsertaan mereka dalam acara RANS Carnival di Stadion Maguwoharjo pada 31 Oktober-1 November 2026.
- Pelaku UMKM Jeruk Lokal Maguwoharjo mendapatkan keuntungan setelah warganet memborong lima ratus cangkir minuman dagangan mereka akibat keputusan mundur tersebut.
- Pengamat media Fajar Junaedi menyatakan fenomena penolakan tersebut menunjukkan bahwa opini publik dan tekanan media sosial dapat memengaruhi keputusan bisnis.
Dalam konteks Yogyakarta, kuatnya budaya komunitas dan situasi sosial pascademonstrasi membuat penolakan terhadap RANS Carnival berkembang menjadi bentuk sanksi sosial dari publik. Apalagi warganet secara total membantu menyebarkan informasi hingga membeli produk yang sebelumnya telah disiapkan pedagang untuk dijual dalam RANS Carnival.
"Jadi cancel culture bukan sekadar retorika kosong," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Baca Juga:Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya