Tukang Cukur hingga Warteg Kena Pajak, Sultan Sebut Seperti Zaman VOC

Sultan HB X ingatkan pemerintah agar proporsional dan tidak berlebihan memajaki usaha kecil seperti zaman VOC, menanggapi wacana pajak ekonomi informal.

Budi Arista Romadhoni
Rabu, 04 November 2026 | 19:43 WIB
Tukang Cukur hingga Warteg Kena Pajak, Sultan Sebut Seperti Zaman VOC
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X buka suara terkait polemik perpajakan di Yogyakarta, Rabu (4/11/2026). (Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi)
Baca 10 detik
  • Gubernur DIY Sri Sultan HB X di Yogyakarta pada Rabu (4/11/2026) meminta pemerintah tidak mengenakan pajak secara berlebihan kepada usaha kecil.
  • Hashim Djojohadikusumo dalam Rapimnas Kadin 2026 di Jakarta pada Kamis (29/10/2026) menyatakan ekonomi informal Indonesia mencapai sekitar Rp 10.000 triliun.
  • Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan pemerintah tidak memungut pajak penghasilan bagi pelaku usaha mikro dengan omzet hingga Rp 500 juta setahun.

SuaraJogja.id - Wacana pemajakan terhadap aktivitas ekonomi informal, mulai dari jasa tukang cukur, tukang pijat hingga warung tegal (warteg), mendapat tanggapan dari Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X. Sultan mengingatkan pemerintah agar tidak bertindak berlebihan dalam menarik pajak dari masyarakat, terutama pelaku usaha kecil.

Sultan bahkan menyentil wacana tersebut laiknya pola pemungutan pajak pada zaman Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). Pada waktu itu, hampir semua aktivitas ekonomi dibebani pajak.

"Ah yo ora [dipajaki mestinya]. Mengko ngusung kursi wae dipajaki? (Tukang angkat kursi ya dipajaki-red). [Indonesia] udu (bukan-red) VOC, kalau VOC kabeh dipajaki," ungkap Sultan di Yogyakarta, Rabu (4/11/2026).

Menurut Sultan, semua kebijakan yang digulirkan pemerintah pusat mestinya proporsional. Kebijakan pajak semestinya mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat. 

Baca Juga:IAGI Soroti Tantangan Eksploitasi Kekayaan Geologi: Jangan Korbankan Lingkungan!

Negara juga tidak seharusnya memaksakan pungutan terhadap setiap aktivitas ekonomi tanpa memperhitungkan proporsionalitas.

"Ya ora to. Yang proporsional saja [kebijakan pajak]. Iya kan?," tandasnya.

Sebelumnya polemik pajak ini mencuat pasca Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim Djojohadikusumo menyinggung besarnya potensi ekonomi informal yang belum tercatat dalam produk domestik bruto (PDB). Dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (29/10/2026), Hashim mengutip kajian Bank Dunia yang menyebut sekitar 35 hingga 40 persen kegiatan ekonomi Indonesia belum tercatat secara resmi.

Nilai ekonomi yang belum terdata tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp 10.000 triliun. Contohnya transaksi jasa tukang cukur yang datang ke apartemennya setiap bulan tanpa disertai kuitansi. Ia juga menyinggung pembayaran jasa pijat yang digunakan keluarganya.

"Artinya apa? Ternyata ada jutaan transaksi, kali ratusan juta, sebagian mungkin termasuk mungkin warung Tegal, beauty salon, tidak ada (pajak) semua transaksi itu berupa tunai. Itu kurang lebih menurut Bank Dunia Rp 10.000 triliun," ungkapnya.

Baca Juga:RANS Carnival Kena Cancel Culture, Pakar Komunikasi Sebut Ini Bukan Sekadar Retorika

Secara terpisah  Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyatakan pemerintah tidak memiliki rencana memungut pajak dari pelaku usaha mikro dengan omzet terbatas. Sebab berdasarkan ketentuan perpajakan yang berlaku, pelaku usaha dengan omzet tahunan hingga Rp 500 juta mendapatkan fasilitas pajak penghasilan (PPh) dengan tarif 0 persen.

Sedangkan pelaku usaha dengan omzet tahunan hingga Rp 4,8 miliar dikenai PPh Final sebesar 0,5 persen sesuai ketentuan yang berlaku. Karenanya tukang pijat, tukang pangkas rambut hingga warteg yang menurutnya umumnya tidak memiliki omzet tahunan melebihi Rp 500 juta sehingga tidak dikenai PPh atas bagian omzet tersebut.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak