SuaraJogja.id - Putri bungsu Raja Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengkubawana X, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara, mengimbau masyarakat Yogyakarta untuk tidak datang ke acara Muslim United.
Imbauan itu ia sampaikan melalui akun resmi Instagram-nya, @gkrbendara, menyertai foto surat bertanda tangan Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Condrokirono, terkait penolakan izin penggunaan Masjid Gedhe Kauman untuk Muslim United.
GKR Bendara menegaskan, pihak Keraton Yogyakarta tetap tak memberikan izin untuk Muslim United meskipun panitia masih bersikeras untuk memakai masjid itu.
"Surat berlaku dan sah. Selaku pemilik Masjid Gedhe, Kagungan Dalem tidak mengizinkan Masjid digunakan untuk acara ini," tulisnya.
Ia pun mempertanyakan tata krama panitia acara Muslim United karena tak taat peraturan.
Apalagi, kedudukan panitia dan pengurus masjid berada di bawah pemilik masjid.
"Pemilik statusnya lebih tinggi dari pada panitia ataupun Takmir. Kalau yang punya rumah enggak kasih izin untuk dipakai, tapi tetap ngotot memakai artinya mereka masyarakat yang taat peraturan dan tata krama tidak yah?" ungkap @gkrbendara.
Untuk itu, GKR Bendara mengimbau masyarakat Jogja untuk tidak ikut menghadiri acara Muslim United.
Dirinya menduga, ada unsur provokasi dalam acara yang rencananya dilaksanakan selama tiga hari itu.
Baca Juga: Mendadak Viral, Putri Sultan Yogya Akui Sering Jajan Gorengan Naik Becak
"Imbauan, untuk masyarakat supaya tidak datang ke sekitaran alun-alun di tanggal 11-13 Oktober 2019 karena kelihatannya ada unsur kesengajaan dan provokasi #jogjacintadamai #jogjatoleran #caritempatlainaja," tutupnya.
Forum Ukhuwah Islamiyah sebelumnya meminta izin menggunakan Kagungan Dalem Masjid Gedhe Keraton, Ndalem Pengulon, dan Alun-alun Utara sisi barat pada 11-13 Oktober 2019 untuk acara Muslim United.
Sejumlah ulama dan aktor ternama akan hadir dalam acara tersebut, di antaranya Ustaz Abdul Somad, Ustaz Hanan Attaki, Ustaz Derry Sulaiman, Ustaz Felix Siauw, hingga Arie Untung.
Namun, izin ditolak Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Condrokirono melalui surat yang ditandatangani pada 28 September.
Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan HB X juga mengatakan, "Pengulon kan fungsinya bukan untuk seperti itu. (Jadi tidak diizinkan), ya karena fungsinya bukan untuk itu."
"Saya hanya menjaga keamanan Jogja saja," imbuhnya.
Berita Terkait
-
Sudah Dilarang, Muslim United Ngotot Pakai Masjid Gedhe Kauman
-
UGM Tolak UAS Beri Kuliah Umum, Jubir Prabowo: Saya Malu
-
GKR Hayu Tegas Tolak Izin Muslim United: Masjid Gedhe Bukan Punya Panitia
-
Genap Berusia 263 Tahun, Ini Foto 4 Ikon Kota Yogyakarta Dulu dan Sekarang
-
Dolan ke Jogja, Ini 7 Obyek Wisata Heritage yang Wajib Dikunjungi
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
-
Jokowi Pamer Ijazah di Depan Mukanya, Roy Suryo Ketawa Ngakak
-
Relawan Jokowi Padati PN Jaktim, Joget-Joget dan Bawa Poster Sindiran untuk Roy Suryo
-
Jokowi Bantah Roy Suryo di Sidang: Di Skripsi Saya Tak Ada Tulisan 'Tesis'
Terkini
-
Bukan Aksi Sepihak, Forum Kebangsaan DIY Klaim Penurunan Foto Gibran Dipelopori Anggota Dewan
-
Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara
-
Tukang Cukur hingga Warteg Kena Pajak, Sultan Sebut Seperti Zaman VOC
-
69 Kampus Eropa Hadir di Yogyakarta, Buka Informasi Studi dan Beasiswa
-
Skandal Penyadapan Presiden Prabowo, JPW Ingatkan Masyarakat Sipil Tak Terdistraksi Isu Elit