SuaraJogja.id - Sejak beberapa waktu kemarin, jagat media sosial diramaikan dengan tagar UGMBohongLagi. Tagar tersebut muncul sebagai bentuk aksi dari Gerakan Aliansi Mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang menagih janji tentang pengesahan peraturan Rektor soal pencegahan Kekerasan Seksual.
Seperti diketahui, rancangan peraturan Kekerasan Seksual muncul pascamencuatnya kasus Agni dan Maria. Semenjak saat itu sejumlah mahasiswa yang menamakan diri Gerakan Aliansi Mahasiswa Universitas Gadjah Mada mendesak dibentuknya aturan mengenai limitasi kekerasan seksual dan proses penanganan yang jelas.
Pihak rektorat pun merespon dan berjanji akan menerbitkan peraturan tersebut paling lambat bulan Desember ini. Tetapi, lantaran tak kunjung ada perkembangan, para mahasiswa kemudian menggelar aksi dengan tagar UGMBohongLagi di jejaring sosial media Twitter.
Saat dikonfirmasi, Ketua Tim Perumus Kebijakan dan Tim Teknis Legal Drafting UGM, Muhadjir Muhammad Darwin mengungkapkan fakta baru. Ia menyebut bahwa prosesnya saat ini masih urung rampung di senat akademis.
"Prosesnya masih mandeg di Senat. Katanya sedang dilakukan review dengan membandingkan draf ini dengan peraturan-peraturan universitas sebelumnya. Sesuatu yang sebenarnya sudah dilakukan tim penyusun ketika tim tersebut menyusun draf," jelasnya, Selasa (17/12/2019).
Ditanya sampai kapan proses tersebut akan mandeg, Muhadjir mengaku tak tahu menahu. Apalagi ia mengaku tidak pernah diundang oleh senat untuk berdiskusi terkait draft yang sudah disusun oleh timnya tersebut.
"Kami belum pernah diajak ngobrol untuk follow up soal draf ini oleh senat. Semestinya paling lama keputusan itu sudah bisa diambil satu bulan setelah draf diserahkan, Senat sudah bisa memberikan keputusan diterima atau ditolak. Tapi sampai sekarang belum ada keputusan soal itu," tambahnya.
Sementara Humas Gerakan Aliansi Mahasiswa UGM, Turno, membeberkan bahwa akan ada gerakan untuk menagih janji ke pihak rektorat terkait peraturan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual yang sudah disusun.
Ia menyebut bahwa sebelumnya pihak rektorat sudah berjanji akan diputuskan pada bulan Desember ini, tepatnya sebelum Dies Natalis.
Baca Juga: Ikut Nitilaku, Atikoh Istri Ganjar Lari ke UGM Pakai Kostum Wayang
"Nanti sore kami akan konsolidasi untuk menagih soal peraturan ini. Sempat denger statement waktu itu tanggal 25 Juli dijanjikan akan diserahkan paling lambat sebelum Dies Natalis, kemudian kami tagih lagi pada 13 November katanya akan ada keputusan pada 13 Desember. Tapi nyatanya belum ada juga," terangnya.
Ia pun berharap pihak rektorat berani bersikap dan segera memberikan keputusan yang terbaik untuk semua.
"Kasus Agni sudah semestinya jadi pelajaran yang tak boleh terulang lagi. Kami sangat berharap rektor bisa bersikap," tukasnya.
Kontributor : Uli Febriarni
Berita Terkait
-
Ikut Nitilaku, Atikoh Istri Ganjar Lari ke UGM Pakai Kostum Wayang
-
Lukisan Wajah Sri Sultan HB IX di Nitilaku UGM Laku Rp200 Juta
-
Tak Janjian, Mahfud Kaget di Nitilaku UGM Banyak yang Pakai Kostum Madura
-
Potret Kemeriahan Nitilaku UGM yang Dihadiri Para Menteri Jokowi
-
Rektor: Nitilaku Ingatkan Bahwa UGM Dimulai dari Pagelaran Keraton
Terpopuler
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Apa Manfaat dari Bedak Marcks? Kenali 5 Fungsi dan Keunggulan Variannya
- 7 Moisturizer Mengandung Formula Anti-aging untuk Wajah Kencang dan Awet Muda
- Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih Dinilai Sebagai Langkah Mundur
- Urutan Skincare Malam Wardah Advance untuk Kencangkan Kulit Wanita Usia 50 Tahun
Pilihan
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
-
Singapura Bongkar 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla, Ini Daftar Lengkapnya
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
Terkini
-
66 Daerah Belum Punya RS Tipe C, Pasien Kanker Berisiko Harus Berobat Jauh
-
BRI Peduli Perkuat Infrastruktur Desa di Cianjur, Jembatan Gantung Bantu Mobilitas 7.000 Warga
-
Daya Beli Warga Jogja Turun, Pedagang Terpaksa Pangkas Dagangan
-
Wacana Gaji ASN Dibayar Kopdes Bikin Geger, Pemda DIY Pusing, DPRD Sebut Tak Masuk Akal
-
BRI Dorong Koperasi Desa Merah Putih Jadi Motor Ekonomi Kerakyatan