SuaraJogja.id - Puluhan anak berlari mendekat ke pendopo Joseph Schmutzer, Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus, Ganjuran, Bantul, Rabu (25/12/2019). Mereka berebut tempat paling depan untuk menyimak pentas wayang yang digelar saat Misa Anak di Gereja setempat.
Pemimpin cerita atau dalang yang sudah sejak pagi bersiap di pendopo, dengan lihainya memainkan karakter wayang yang telah tertata rapi di depan layar geber. Musik gamelan dimainkan, cerita pun dimulai, puluhan anak pun terlihat antusias mengikuti cerita yang disampaikan dalang.
Sesekali, mereka bahkan dibuat kaget dengan cerita yang memadukan elemen wayang fabel, wayang Wahyu dan wayang Beber Sanggar Seni Budaya Bhuana Alit tersebut.
"Hewan bersama-sama mengalahkan manusia. Mereka mencoba mengusir namun selalu saja kalah. Para hewan pun berdoa, meminta pertolongan yang maha kuasa. Akhirnya Tuhan Yesus datang dan memberi pertolongan. Manusia tak bertanggungjawab kalah dan pergi dari tempat hewan-hewan tersebut hidup," tutup kisah wayang berjudul Persahabatan Hewan itu.
Baca Juga: Ponpes Kalijaga Bantul Ucapkan Selamat Natal ke Seluruh Umat yang Rayakan
Sang dalang, Yuli Wiryanto (49) berkisah telah menyukai wayang sejak duduk di bangku SD. Dalang yang akrab dipanggil Yanto ini mengaku sejak usia 20 tahunan sudah menjadi dalang, namun dengan jam terbang yang sedikit.
"Saat masih kecil sering kali ayah saya mengajak menyaksikan wayang di berbagai acara. Nah mulai SD, kecintaan dengan wayang ini muncul, saya sering menonton ketika ada orang nanggap (membuat acara yang mementaskan wayang). Usia 20 tahun memang sudah pernah mendalangi wayang tapi tidak fokus. Seiring berjalan waktu dan karena cinta dengan wayang, akhirnya baru bisa menjadi dalang pada 2015 hingga sekarang," ungkap Yanto.
Pria lulusan jurusan Kriya Ukir, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini sudah enam kali mementaskan cerita wayang bersama Sanggar Seni Budaya Bhuana Alit. Pada 2016 lalu dirinya sempat membuat cerita wayang untuk mengingatkan pemabuk. Uniknya wayang yang dia gunakan dibuat dari kardus.
"Saat awal-awal saya menggeluti dunia dalang saya sengaja membuat cerita soal fenomena yang terjadi di kampung tempat saya tinggal. Karena banyak pemabuk, saya membuat cerita untuk mengingatkan mereka. Saat itu wayang yang digunakan berbahan kardus. Saya membuatnya hampir satu tahun. Dari sana saya memiliki pesan bahwa, untuk berkarya bisa dimulai dari hal-hal kecil dahulu," ungkap Yanto yang juga lihai meracik jamu.
Wiryanto menjelaskan selama jadi dalang lebih kerap mengisi pentas yang kebanyakan penontonnya dari anak-anak dan berdurasi satu jam.
Baca Juga: Isi Surat Wasiat dan Temuan Kerangka di Septik Tank Bantul
"Saya memang masih belajar, meski usia saya dikatakan tua, tapi semangat menjaga budaya adalah panggilan hati. Di sisi lain, wayang adalah aktivitas saya untuk menyalurkan hobi," tambah dia.
Berita Terkait
-
Gelar Kunjungan Industri, Siswa MAN 2 Bantul Praktik Olah Bandeng Juwana
-
Mempelajari Pembentukan Pulau Jawa di History of Java Museum
-
MAN 2 Bantul Terima Wakaf dari Keluarga Almh Hj. Munifah binti Istamar
-
Penyerahan Sertifikat Wakaf kepada Keluarga Hj. Munifah di MAN 2 Bantul
-
Sukseskan SNPDB 2025/2026: Kepala MAN 2 Bantul Ikuti Sosialisasi
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Tanggapi Langkah Tarif Trump, Wali Kota Jogja: Kuatkan Produk Lokal!
-
Masa WFA ASN Diperpanjang, Pemkot Jogja Pastikan Tak Ganggu Pelayanan Masyarakat
-
Kurangi Kendaraan Pribadi Saat Arus Balik, Menhub Lepas 22 Bus Pemudik di Giwangan
-
Puncak Arus Balik H+3 dan H+4, 350 Ribu Kendaraan Tinggalkan DIY
-
Gunung Merapi Masih Luncuran Ratusan Lava, Simak Aktivitas Terkini Sepekan Terakhir