SuaraJogja.id - Kisah penemuan kerangka di Bangunjiwo yang diduga merupakan sosok Ayu Selisa menyisakan sejumlah fakta mengejutkan.
Ibunda Seli yakni Ani Maidarningsih (51) mengungkapkan Seli dan suaminya, Edi, diketahui telah bercerai. Setelah kabar cerai tersebut beredar, Seli sudah tak diketahui keberadaanya hingga akhirnya diketahui menghilang hingga 10 tahun lamanya.
"Jadi pada 2008 itu Seli masih sering bertemu saya dan kakaknya (Ayu Lelisa). Terakhir bertemu itu pada 22 Januari 2008 saat kami berkumpul pada kelahiran cucu kedua saya di Sewon (Bantul). Setelah itu kabarnya tak pernah diketahui," ungkapnya.
Ani juga mengungkapkan cerainya antara Seli dan Edi diketahui lantaran Edi kerap melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Bahkan Ani menuturkan, anaknya sempat mengadu bahwa suaminya pernah menyudut tubuhnya dengan rokok.
"Sebenarnya dia pernah berbicara dengan saya untuk bercerai. Hanya saja saya menguatkan dia agar tetap bertahan. Saya itu ingin membantu menguatkan rumah tangganya. Namun kejadian ini (penemuan kerangka yang diduga Seli), membuat saya menyesal," kata Ani dengan raut muka pasrah.
Di sisi lain Ani mengungkapkan bahwa Seli sangat dekat dengannya. Anaknya yang hanya menjadi ibu rumah tangga juga kerap mengunjungi keluarga saat masih tinggal di Kepuh, Yogyakarta.
"Saat menikah kami masih tinggal di Kepuh, Yogyakarta. Nah 2013 lalu baru kami pindah ke Badran. Dia itu anak yang dekat dan mudah bergaul dengan saya. Dia (Seli) suka curhat ke saya kalau ada masalah. Berbeda dengan kakaknya (Lelisa)," terang dia.
Ani juga menduga-duga jika penemuan anaknya di dalam septik tank itu karena dibunuh. Hal itu mengingat jika suaminya, Edi Susanto kerap melakukan KDRT.
"Kami menduga ada tindak kekerasan yang dilakukan Edi terhadap anak saya. Saya pikir dia (Seli) dibunuh. Saya juga berpikir jika suaminya melakukan itu dibantu oleh orang. Karena postur tubuh Seli ini berisi dan tinggi, tidak mungkin jika Seli dimasukkan ke dalam septik tank seorang diri," tambah dia.
Baca Juga: Dalang Muslim di Bantul Ini Pentaskan Yesus yang Bersahabat dengan Hewan
Saat ini pihaknya hanya bisa pasrah dan tak bisa menuntut banyak atas kejadian itu. Meski polisi belum memastikan kerangka adalah orang yang hilang selama 10 tahun, keluarga meyakini dengan barang-barang yang ditemukan saat dilakukan pemeriksaan dan visum luar.
"Sebagai seorang ibu saya sangat terpukul harus kehilangan anak (Seli). Saya mencoba mengikhlaskan tapi kadang rasa sesal dan marah ini muncul. Saya hanya menyerahkan kasus ini ke kepolisian dan kematian anak saya bisa ikut dipertanggungjawabkan dengan keluarga Edi," ungkap dia dengan isak tangis yang pecah.
Saat ini, kerangka yang diduga Seli sudah diminta keluarga. Pihak keluarga pun sudah memakamkan kerangka di TPU Badran. Ani menuturkan pemakaman dilakukan pada Selasa (24/12/2019).
"Kami meminta polisi untuk menyerahkan kerangka kepada keluarga kami. Karena kami sudah yakin itu Seli dengan beberapa barang yang ditunjukka polisi," jelas dia.
Berita Terkait
-
Temuan Jaket Bertulis Pico Buat Ani Yakin Kerangka di Bangunjiwo Putrinya
-
Keluarga Meyakini Kerangka di Septik Tank Bangunjiwo Adalah Seli
-
Ibu Seli Pernah Mimpi Ketemu Anaknya di TKP Penemukan Kerangka Bangunjiwo
-
Polisi Dalami Isi Surat Wasiat Pada Kasus Penemuan Kerangka di Bangunjiwo
-
Begini Keseharian Pemilik Rumah yang Septic Tanknya Ditemukan Kerangka
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- Wapres RI Mundur Saat Ekonomi Bergejolak, Hubungan Dengan Presiden Memburuk
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Wajah Kencang dan Awet Muda
- Rudal Houthi Ancam Piala Asia 2027 di Arab Saudi: AFC Bungkam, Jepang Resmi Mundur dari Turnamen
Pilihan
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
Terkini
-
UGM Buka Suara Soal Tarif Wisdom Park: Pengelola Hanya Beri Edukasi, Tidak Ada Pemungutan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Muhammadiyah Tegas Minta KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi BNPB
-
Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan jadi Tanda Peradaban Kita Belum Akil Balig
-
75 Persen Responden Stres Hadapi Kebijakan Prabowo, Haedar Nashir Desak Pemerintah Berbenah