“Kita sudah ketemu salah satunya dengan Menteri Kelautan terkait Tanjung Adikarto. Mereka menyambut baik. Kendala pembangunan breakwater yang belum sesuai sudah kita pecahkan. Ada teknologi yang sesuai untuk membangun breakwater. RPJMD kita kan sampai 2022, masak kita tidak punya pelabuhan yang representatif sih. Jadi targetnya 2021 bisa tercapai lah,” papar Budi.
Budi mengungkapkan, hal tersebut tidak bisa berjalan lancar apabila tidak ada kesiapan dari OPD-OPD terkait. Harus ada kerjasama dari stakeholder.
“Tujuan dari pembangunan ini adalah menyejahterakan masyarakat. Jika JJLS dan JORR jadi, akses jalan bagus, investasi naik, maka masyarakat yang merasakan manfaat. Jika pelabuhan jadi, nelayan bisa melaut seauh 40 mil dan itu mampu meningkatkan ekonomi,” ujar Budi.
Berita Terkait
-
Ramai di Twitter, Sultan Dikritik hingga Keluarga Dituding Rebutan Tahta
-
Sultan HB X: Pembina Pramuka dan Kepala Sekolah SMPN 1 Turi Akan Disanksi
-
3 Menteri Jokowi Kumpul di Kediri Bahas Pembangunan Bandara
-
Sultan Khawatir Lava Lewat "Jalan Tol" jika Merapi Erupsi Besar
-
Jelang Jogja Heboh 2020, #JogjaKita Rajai Trending Topic
Terpopuler
Pilihan
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
Terkini
-
Estimasi Kuliah Kedokteran UGM 2026 Tembus Ratusan Juta, Setara Harga Mobil SUV?
-
Standar Global untuk BRImo, BRI Raih Sertifikasi ISO/IEC 25000
-
Babak Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman: Jejak Digital Seret Tersangka Baru
-
Ancaman BBM Naik Akibat Perang, Kurir Paket dan Ojol di Yogyakarta Kian Terhimpit
-
UGM-Bank Mandiri Taspen Lanjutkan Kemitraan, Siapkan Talenta Muda dan Literasi Pensiun