SuaraJogja.id - Selama wabah corona, banyak pihak terdampak hingga harus terpaksa harus merelakan sumber pendapatannya, tak terkecuali bagi sektor pariwisata dan perhotelan. Kendati demikian, para General Manager hotel di Jogja berniat untuk menunjukkan aksi solidaritas "From Jogja with Love" dengan menyalakan lampu tanda cinta, Sabtu (4/4/2020) malam ini.
Aksi yang diparakrasai secara spontan itu melibatkan puluhan hotel, atau sekitar seperempat dari 200-an hotel di Jogja. Di antaranya Novotel Situs Yogyakarta Malioboro, Pesonna Malioboro, Grand Amabarrukmo Yogyakarta, The 101 Yogyakarta Tugu, POP Timoho, Grand Orchid, hingga Sahid Jaya Hotel.
Drastisnya penurunan jumlah wisatawan gara-gara corona mendasari diprakarsainya aksi "From Jogja with Love". Terlebih, selama ini Jogja dunia perhotelan dan pariwisata menjadi napas mata pencaharian sebagian besar warganya.
Pada Sabtu malam ini, sebanyak lebih dari 50 hotel yang terlibat akan menyalakan beberapa lampu kamar hotel atau lampu hiasan hingga membentuk tanda hati atau cinta. Secara serempak, seluruh hotel tersebut akan menyalakan tanda love dari kamar-kamarnya pada Sabtu mulai pukul 19.00 hingga 21.00 WIB.
"Jogja itu unik dan otentik, sehingga ini yang mengilhami kami sebagai salah satu komponen dunia pariwisata untuk melakukan sebuah gerakan bersama yang vokal dan positif, dengan harapan untuk mengakselerasi optimisme para pelaku dan pegiat pariwisata, utamanya dari dunia perhotelan dan menggairahkan kembali roda pariwisata Jogja," tutur Novi Soesanto, koordinator aksi yang juga mewakili seluruh hotel di Yogyakarta, dikutip dari rilis yang diterima SuaraJogja.id, Sabtu.
Aksi menyalakan lampu-lampu kamar hingga membentuk tanda cinta dari luar jendela ini sebenarnya telah dilakukan sejumlah hotel di kota dan negara lain, tetapi, pihak yang terlibat mengklaim, "From Jogja with Love" berbeda dari lainnya karena dilakukan secara serempak.
"Yogyakarta sedang rehat dari hingar bingar wisatawan. Namun dengan terangnya tanda cinta ini, kami para pelaku industri perhotelan Yogyakarta akan terus berusaha segera menjadikan kota ini dirindu kembali dan meraih canda tawa seperti sediakala," lanjut Novi Soesanto.
Berita Terkait
-
Dampak Corona, Jumlah Penumpang Pesawat di Bandara YIA Menurun
-
Mala Sopir Bus Kala Pandemi Corona, Tetap Bertahan meski Tak Ada Penumpang
-
Omzet Terjun Bebas, Bakpia Rahmat Tetap Produksi
-
Pengusaha Batik Produksi Masker Kain, UMKM Jogja Alih Usaha karena Corona
-
Terharu! Meski Tangani Corona, Dokter Ini Sempatkan Pulang Ajari Anak Ngaji
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa
-
Belum Genap Tiga Tahun, Puluhan Becak Listrik Danais Rusak, Dishub Sebut Baru Proyek Percontohan
-
Tramadol Masih Mudah Dibeli, Pembatasan Resep Dokter Mendesak, Jalur Ilegal Harus Distop
-
GEMPAR Hadir di Pasar Balangan, Pasar Tumbuh Ekonomi Sleman Tangguh
-
Menyesap Selang Demi Setetes Air, Potret Ketangguhan Warga Bantul Bertahan Saat Kemarau