SuaraJogja.id - Sekolah-sekolah di Yogyakarta mulai merasakan beberapa kendala ujian secara online meskipun ujian formal tersebut belum dilaksanakan. Gangguan akses internet dan persiapan siswa sebelum membuka situs web ujian ditemukan selama masa percobaan.
Sebelumnya diketahui, Kemendikbud telah membatalkan Ujian Nasional (UN) sebagai syarat kelulusan untuk jenjang SMP hingga SMA/SMK sederajat. Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease.
Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 8 Yogyakarta Erfin Widyanto menjelaskan, telah melakukan PPU atau percobaan ujian sekolah online saat ini.
"Sesuai surat edaran dari Mendikbud terkait pembatalan UN, sekolah akan memberlakukan Ujian Sekolah daring. Saat ini sudah kami lakukan persiapan dan memang ada sejumlah kendala," terang Erfin, ditemui SuaraJogja.id di SMP Muhammadiyah 8 Yogyakarta, Selasa (7/4/2020).
Pihaknya menjelaskan, jaringan internet merupakan salah satu kesulitan yang dialami selama masa percobaan ujian. Di samping itu, kebiasaan siswa yang melakukan study from home (SFH) terkadang membuat mereka tidak tepat waktu saat mengikuti ujian percobaan.
"Masalah jaringan memang berbeda-beda kekuatannya di tiap lokasi. Selain itu, kebiasaan siswa yang lama berada di rumah terkadang membuat mereka tidak segera bersiap dan terlambat [log in ke situs web ujian daring]," terang dia.
Kendati demikian, kata Erfin, hal itu bisa teratasi, mengingat siswa hanya perlu beradaptasi. Selain itu, jikapun siswa memang kesulitan mendapat akses internet, pihaknya menyiapkan fasilitas dari sekolah, tetapi dengan catatan, siswa memang benar-benar kesulitan menjangkau akses internet.
Erfin mengungkapkan, ujian sekolah daring akan dimulai pada 13 April 2020.
"SMP Muhammadiyah 8 Yogyakarta mulai ujian sekolah secara online dari 13-22 April 2020. Kami juga meminta orang tua siswa untuk mengingatkan anaknya ketika ujian akan dimulai," ujar dia.
Baca Juga: Tak Tegas Setop Transportasi Umum Saat Corona, Organda DKI Anggap PSBB Aneh
Erfin membeberkan, ujian tersebut dilaksanakan lebih kurang selama dua jam, pada pukul 08.00-10.00 WIB, sehingga satu jam sebelum ujian dimulai, siswa-siswi kelas 9 harus sudah bersiap.
Diwawancarai terpisah, Wakil Kepala Kurikulum SMPN 4 Yogyakarta Supriyati menyebut bahwa jaringan internet cukup menjadi perhatian selama masa percobaan ujian secara daring ini dilakukan. Pihaknya telah melangsungkan dua kali ujian.
"Ada sekitar 168 siswa kelas 9 yang akan mengikuti ujian sekolah ini. Semuanya masih cukup baik walaupun ada sedikit kendala. Namun selama dua hari ujian dilakukan, semuanya masih bisa teratasi," ungkapnya.
Untuk diketahui, syarat kelulusan siswa nantinya tidak mengacu pada nilai ujian sekolah daring saja. Beberapa sekolah bisa mempertimbangkan nilai rapor dari semester 1-5 selama siswa menjalani kegiatan belajar mengajar (KBM). Selain it,u prestasi lain bisa menjadi pertimbangan kelulusan siswa. Saat ini sekolah berperan menjadi penentu kelulusan seorang siswa berdasarkan evaluasi yang dilakukan guru.
Berita Terkait
-
Ujian Sekolah Online Berpotensi Curang, Erfin Minta Ortu Aktif Awasi Siswa
-
Guru Kreatif, Orang Tua Aktif: Kunci Sukses Anak Belajar di Rumah
-
Tak Ada UN, Disdik Jogja Bebaskan Sekolah Tentukan Kelulusan Siswa
-
Pembelajaran Alternatif di Tengah Wabah Corona
-
KBM Online di Sleman Diperpanjang Hingga 14 Maret 2020
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
Terkini
-
Sambut Mudik Lebaran 2026, BRI Siapkan Posko BRImo di Tol JakartaJawa
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Antrean KA Bandara di Stasiun Jogja Membludak, Angkut 637 Ribu Pemudik
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Logika Uang Pengganti Dipersoalkan Ahli, Sri Purnomo Disebut Tak Menikmati Dana Hibah