SuaraJogja.id - Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Panggung Lestari milik Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul menjadikan guest house sebagai rumah singgah sementara bagi pemudik maupun pelaku perjalanan yang harus menjalani masa karantina selama empat belas hari, sebelum singgah ke desa.
Direktur Bumdes Panggung Lestari Eko Pambudi menyampaikan, terdapat lima bangunan guest house yang digunakan sebagai rumah singgah. Kelima bangunan tersebut dibangun secara terpisah, tetapi masih dalam satu area yang sama di dalam Kampung Mataraman.
"Selama masa tanggap COVID-19 ini, kita manfaatkan guest house untuk rumah singgah bagi pendatang dari luar daerah," kata Eko saat ditemui SuaraJogja.id di Kampung Mataraman, Senin (20/4/2020).
Eko menjelaskan, guest house tersebut baru selesai dibangun dan rencananya akan digunakan sebagai penginapan di Kampung Mataraman sebagai salah satu unit kerja Bumdes. Namun, menanggapi masa tanggap COVID-19 ini, lima bangunan yang sudah selesai dimanfaatkan untuk rumah singgah. Satu bangunan dapat menampung satu keluarga, terdiri dari ayah, ibu, dan dua orang anak.
Fasilitas yang tersedia dalam guest house tersebut di antaranya adalah kamar mandi, dapur, dan ruang tidur. Eko menyebutkan, harga sewa guest house disesuaikan dengan kemampuan masyarakat desa.
"Untuk tinggal selama empat belas hari di sini cukup membayar satu juta rupiah. Untuk makannya, bisa pengadaan mandiri atau pesan lewat kami," kata Eko.
Warga yang ingin karantina mandiri di guest house tersebut bisa memesan makanan dari Kampung Mataraman ataupun mendapatkan kiriman makanan dari keluarga.
Selama karantina mandiri tersebut, pengunjung guest house diminta untuk tidak melakukan interaksi langsung dengan keluarganya. Mereka dapat mengirimkan makanan dengan meletakannya di depan pintu.
Baca Juga: Susul Thailand, Malaysia Umumkan Nol Kematian karena Virus Corona
Hal tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya kontak fisik antara pendatang dengan warga desa. Kebijakan tersebut menjadi salah satu langkah pencegahan penyebaran virus corona melalui kontak fisik, terutama dengan pendatang dari luar daerah.
Eko menyebutkan, selama berada di guest house pengunjung dapat berkeliling maupun melakukan olahraga ringan di sekitar tempat istirahatnya untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap bugar, tetapi tanpa melakukan kontak dengan masyarakat lain.
Saat ini, sudah ada satu warga pendatang dari Bandung yang tinggal di rumah singgah tersebut. Eko menyebutkan, ada tiga warga lainnya dari Jakarta yang juga sudah memesan ruangan. Sebelum menginap, warga akan melalui proses screening di Satgas COVID-19 tingkat desa.
"Mereka buat laporan dulu ke Satgas COVID-19 kelurahan, terus nanti dilakukan screening. Mereka setiap hari juga harus mengirimkan laporan kesehatan lewat aplikasi," kata Eko.
Menurut Eko, dengan melakukan karantina mandiri di wilayah yang jauh dari permukiman, warga menjadi lebih tenang. Sebab, kehadiran pendatang dari luar kota dinilai dapat menimbulkan keresahan, terutama selama masa karantina; tidak dapat diketahui apakah pendatang tersebut melakukan kontak dengan keluarganya atau orang-orang yang ada di rumahnya.
Kepala Desa Panggungharjo Wahyudi Anggoro Hadi mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada penolakan pendatang yang terjadi di desanya. Keberadaan rumah singgah untuk memfasilitasi pemudik dan pelaku perjalanan.
Berita Terkait
-
Kaum Muda Berpendapatan Rendah Diprediksi Bakal Nekat Mudik Lebaran
-
Pemkot Tetapkan Pendatang dan Pemudik di Jogja Melapor secara Daring
-
1,3 Juta Orang Berpotensi Nekat Mudik di Tengah Penyebaran Virus Corona
-
Makin Dibatasi, Ini Aturan Pemudik yang Mau Masuk DIY
-
Masuk Semarang Gunakan Transportasi Umum, Pemudik Wajib Isi Data Tujuan
Terpopuler
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- 9 Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah dan Menghilangkan Flek Hitam
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Luky Alfirman Jadi Wamenkeu, Pengamat: Bisa Jadi Akal-akalan Amankan Jalan Politik 2029
-
Kasus Bolosego Alkid Dinyatakan Bukan Pemerasan, Lalu Mengapa Ada Polisi Diproses Propam?
-
Isu Ijazah Gibran Disinyalir Tutupi Riuhnya Reshuffle Kabinet, Pengamat UngkapPermainan Politik
-
Mutasi 88 Perwira Belum Cukup! JPW Minta Kapolri Baru Sikat Habis Masalah Sampai ke Polsek
-
Pilur Serentak Bantul Digelar Besok, 15 TPS Dipetakan Rawan hingga Sangat Rawan