Kondisi Gelanggang Universitas Gadjah Mada (UGM), yang dindingnya penuh kalimat protes terhadap rencana penggusuran gedung, Rabu (29/4/2020).- (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)
Dirinya berharap, pihak kampus dapat memperhatikan mahasiswa yang masih memanfaatkan gelanggang untuk kegiatan bantuan di tengah pandemi ini.
Sebelumnya diberitakan, mahasiswa UGM kembali melayangkan protes terhadap kampusnya lantaran diduga terlalu cepat memutuskan untuk melakukan pengosongan Gelanggang UGM. Mereka menulis sejumlah kalimat sindiran yang ditujukan kepada pimpinan UGM.
Berita Terkait
-
Seminar Tesis dari Kontrakan, Begini Kisah Rangga Mahasiswa S2 Filsafat UGM
-
Social Distancing Bikin Jenuh, Youtuber UGM Ini Ungkap Sisi Positifnya
-
Rektor UGM Buka Opsi Tes Kejiwaan Mahasiswa Terduga Perusakan Pos Polisi
-
Pelaku Perusak Pos Satlantas di Kentungan Mahasiswa UGM, Ini Kata Rektorat
-
Minta Ganti Rugi, Warga Tamansari Beraudiensi dengan Satpol PP Kota Bandung
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
DIY Masuk Periode Kekeringan Berkepanjangan, Tiga Kabupaten Dibayangi Kebakaran
-
Raih Ekstra 27.000 GarudaMiles dari Transaksi dengan BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas
-
Kemarau Diprediksi hingga Desember, Kulon Progo Perpanjang Siaga Kekeringan
-
Cara PIMPASA Imigrasi Yogyakarta Cegah Perdagangan Orang Lewat Pangan dan Wayang
-
Direproduksi Antar Generasi, 200 Lebih Kasus Bullying Terjadi di Kota Jogja