SuaraJogja.id - Kejaksaan Negeri Kulon Progo mulai memindahkan tahanan yang menumpuk di rutan Polres Kulon Progo ke Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Wates. Pemindahan tahanan tersebut rencananya akan dilakukan secara bertahap.
Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Kulon Progo, Yogi Andiawan Sagita mengatakan selama masa pandemi ini berdasarkan surat yang diterima dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) tahanan sementara masih dititipkan ke Polres Kulon Progo. Namun sekitar dua minggu lalu Ditjen PAS sudah membuka ruang untuk melakukan eksekusi terhadap tahanan yang sudah inkrah dengan disertai hasil rapid test.
"Kami [Kejaksaan Negeri Kulon Progo] langsung berkoordinasi dengan pihak Polres dan Rutan Wates ditambah pemerintah daerah khususnya Dinkes untuk meminta bantuan alat rapid test," ujar Yogi, saat ditemui awak media di sela-sela pemindahan tahanan di Rutan Wates, Kamis (11/6/2020).
Dari rapid test yang telah dilakukan kepada sembilan narapidana yang akan dipindah semuanya menunjukkan hasil yang non-reaktif. Berdasarkan hasil tersebut pihaknya akhirnya langsung melakukan eksekusi badan ke Rutan Kelas IIB Wates.
Dijelaskan Yogi, prosesnya dilakukan secara bertahap karena memang di Rutan Kelas IIB Wates sendiri masih hanya menyiapkan 10 ruang sel untuk isolasi. Sementara tahanan yang dipindah berjumlah sembilan orang dengan berbagai kasus mulai dari narkoba hingga pencurian.
"Jadi memang rutan Polres Kulon Progo didesain bukan untuk menampung tahanan dalam waktu yang lama sehingga sekarang sudah over-capacity sampai ada beberapa tahanan yang harus dilimpahkan ke polsek-polsek terdekat," ungkapnya.
Sementara itu Kepala Subsi Pelayanan Tahanan, Rutan Kelas II B Wates, Supriyatno, mengatakan pihaknya selalu memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku dalam setiap pemindahan tahanan. Selain juga memastikan persyaratannya sudah sesuai yakni sudah diberikan keputusan dan dilakukan inkrah atau pengakuannya sudah diberi kekuatan hukum tetap.
"Nanti tahanan yang baru datang tetap akan dilakukan isolasi mandiri di dalam ruang terpisah selama 14 hari. Baru setelah itu akan ditempatkan di blok hunian," kata Supriyatno.
Selain wajib mengantongi surat bebas Covid-19, tahanan yang akan dipindah juga harus menjalani rangkaian prosedur sebelum masuk ke dalam Rutan Kelas II B Wates. Prosedur itu meliputi pemeriksaan suhu tubuh, mandi, melakukan sterilisasi di bilik milik rutan hingga akhirnya dilakukan pemeriksaan dokumen.
Baca Juga: RS Rujukan Overload, Pasien Positif Covid-19 Asal Sidoarjo Dirawat di DIY
Ditambahkan Supriyanto, pihaknya telah menyiapkan 10 ruang isolasi. Pihaknya memaksimalkan ruang tahanan yang sudah ada dengan diberi sekat sebagai pemisah antar tahanan. Setiap ruangan isolasi memiliki ukuran berbeda yang rata-rata dapat menampung satu sampai tiga orang.
"Kapasitas di Rumah Tahanan Kelas II B Wates standarnya adalah 55 orang. Sekarang baru terisi 19 ditambah dengan 9 orang yang dipindahkan ini jadi total masih terisi 28 orang," imbuhnya.
Pihaknya tidak menutup kemungkinan adanya penambahan tahanan dalam beberapa waktu ke depan. Ia juga turut memastikan bahwa pihaknya akan selalu berkoordinasi dengan Kejaksaan dan Kepolisian jika memang akan ada pemindahan lagi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
Terkini
-
Jogja Disesaki Ratusan Kampus, Tapi Tambang Ide Belum Banyak Terserap Masyarakat
-
11 Bangunan Lama Diratakan dengan Tanah, Wajah Stasiun Lempuyangan Mulai Diubah
-
Perkuat Portofolio, BRI Wealth Management Ungkap Strategi Diversifikasi Investasi Syariah
-
Hanung Bramantyo Bawa Sejarah Kelam 1965 Lewat Film Horor Lobang Buaya, Berharap Buka Ruang Diskusi
-
Minta Jatah Makan ke Pedagang Bolosego, Aipda S Ditahan Propam Polresta Yogyakarta