Koes memilih menunggu keputusan DPP, meskipun santer kabar KSP akan disandingkan dengan kader PDIP Danang Maharsa pasa Pilkada 2020.
"Kalau ada yang menyandingkan Koestini Danang itu nanti urusan nya DPP. Tunggu saja nanti rekomendasi seperti apa," jawab Koes.
Sekretaris DPD PAN Sleman Arif Kurniawan mengatakan jika mundurnya Mumtaz dari pencalonan tentu akan disikapi oleh DPP PAN. DPD menghormati apapun keputusan DPP nanti, apakah akan mengusung kader atau non kader partai pada Pilkada mendatang.
"Jadi kami tentu menunggu arahan dari DPP," katanya.
Ketua DPD Golkar Sleman, Janu Ismadi mengaku jika sampai saat ini masih aktif melakukan kkonsolidas. Tidak hanya diinternal, konsolidasi juga dilakukan di eksternal partai. Siapa calon yang bakal diusung pun hingga kini belum final. "Golkar terus menjalin komunikasi dengan sejumlah parpol," kata Janu.
Hal senada disampaikan Ketua DPC PKB Sleman R. Agus Kholiq. Menurutnya, sampai saat ini pembahasan soal siapa calon yang diusung masih terus berproses. Termasuk penentuan dengan siapa PKB akan berkoalisi pada Pilkada mendatang
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Janji 19 Juta Lapangan Kerja Prabowo Ditagih, Pemerintah Diminta Berhenti Berkilah
-
Tinggal di Rumah Bambu Tanpa TV, Janda di Jogja Ini Syok Dicap Masuk Kategori Orang Kaya Desil 10
-
Pertumbuhan Ekonomi dan Ilusi Keberhasilan Pembangunan
-
Uang Palsu Rp36 M Bukan Sekadar Kerugian, Akademisi: Bisa Gerus Kepercayaan Publik terhadap Rupiah