Koes memilih menunggu keputusan DPP, meskipun santer kabar KSP akan disandingkan dengan kader PDIP Danang Maharsa pasa Pilkada 2020.
"Kalau ada yang menyandingkan Koestini Danang itu nanti urusan nya DPP. Tunggu saja nanti rekomendasi seperti apa," jawab Koes.
Sekretaris DPD PAN Sleman Arif Kurniawan mengatakan jika mundurnya Mumtaz dari pencalonan tentu akan disikapi oleh DPP PAN. DPD menghormati apapun keputusan DPP nanti, apakah akan mengusung kader atau non kader partai pada Pilkada mendatang.
"Jadi kami tentu menunggu arahan dari DPP," katanya.
Ketua DPD Golkar Sleman, Janu Ismadi mengaku jika sampai saat ini masih aktif melakukan kkonsolidas. Tidak hanya diinternal, konsolidasi juga dilakukan di eksternal partai. Siapa calon yang bakal diusung pun hingga kini belum final. "Golkar terus menjalin komunikasi dengan sejumlah parpol," kata Janu.
Hal senada disampaikan Ketua DPC PKB Sleman R. Agus Kholiq. Menurutnya, sampai saat ini pembahasan soal siapa calon yang diusung masih terus berproses. Termasuk penentuan dengan siapa PKB akan berkoalisi pada Pilkada mendatang
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Jalan Damai 57 Biksu Tembus Panas dan Luka, Yogyakarta Jadi Titik Istimewa Menuju Borobudur
-
Tanggapi Pembubaran Ibadah di Bantul, Sultan HB X: Tidak Ada yang Boleh Merasa Paling Benar Sendiri!
-
Kesbangpol Bantul Kaji Legalitas Tempat Ibadah GMS Usai Dugaan Aksi Pembubaran
-
Tanah Adat Dirampas, Konflik dengan Negara Kian Memanas, RUU Masyarakat Adat Mendesak Disahkan
-
Dua Dekade Gempa Jogja, Ancaman Megathrust dan Pentingnya Klaster Bencana