SuaraJogja.id - Sebagaimana yang disampaikan Organisasi Kesehatan Dunia, masyarakat saat ini tak hanya sedang berjuang melawan pandemi, tetapi juga infodemik, banjir informasi yang menyesatkan selama mewabahnya virus corona.
Kesimpangsiuran informasi di masyarakat berdampak pada masyarakat yang lebih percaya hoaks, alih-alih informasi pemerintah pusat dan media besar nasional.
Desa sebagai unit pemerintah terkecil yang saat pandemi ini menjadi buffer zone atau daya tahan terakhir di masyarakat, memiliki peran penting untuk mengurai simpang siurnya informasi.
Melalui Kongres Kebudayaan Desa, Hermin Indah Wahyuni, dosen Komunikasi UGM, mengatakan desa perlu menghadirkan struktur dan kultur baru berbasis teknologi media agar bisa bertahan di tengah kondisi komunikasi yang kompleks.
"Masyarakat bisa membangun intervensi dengan sistem-sistem yang dapat berperan sebagai saringan, mengurai informasi-informasi yang menyesatkan yang beredar di tengah situasi pandemi," ujar Hermin, Jumat (10/7/2020).
Selain itu, Hermin menyebut masyarakat diharapkan secara aktif berkomunikasi untuk mencari tahu permasalahan yang ada di lingkungan mereka.
Sementara menurut FX Rudy Gunawan, pendiri Katadesa, mengatakan sikap yang perlu diambil untuk menghadapi kondisi ketidakpastian informasi selama pandemi adalah dengan bersikap kritis dan tetap merujuk informasi-informasi resmi yang ada di media mainstream.
Rudy juga menawarkan solusi pola komunikasi di tengah pandemi dengan media berbasis komunitas yang dalam hal ini diproduksi dan digunakan oleh masyarakat desa.
"Konsep media milik desa masih bisa menjadi alternatif media terkait pola komunikasi di era pandemi," kata Rudy.
Baca Juga: Saran Gista Putri Pantau Anak di Internet: Orangtua Harus Selami Aplikasi!
Media buatan desa ini nantinya dapat digunakan sebagai sarana untuk membranding diri sekaligus tempat berinteraksi berbagai unsur masyarakat untuk saling memahami berbagai elemen dan aspek-aspek kehidupan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Influenza A Terdeteksi di DIY, 24 Kasus Muncul, Sekolah Belum Diliburkan
-
Pestapora 2026 Siap Makin Meriah, BRImo Bawa Program Spesial
-
Cak Nun hingga Eross Sheila on 7, Jejak 77 Tahun MUHI Yogyakarta Diabadikan dalam Buku
-
Wishlist Steam Menumpuk? Ini 5 Cara Menyiasati Musim Diskon Besar
-
Sukses di Jogja, ZAP Fest 2026 Siap Sambangi 2 Kota Lain dengan Konsep Beauty, Music, dan Lifestyle