Namun pihak sekolah menyikapi keluhan tersebut dengan sebuah solusi lain yang memungkinkan siswa dan orang tua tidak dipusingkan oleh ketidakadaan gawai tersebut. Salah satu solusinya dengan mengadakan kunjungan ke rumah setiap siswa untuk memberikan tugas secara langsung.
"Nantinya jika sudah selesai dikerjakan orang tua bisa langsung mengempulkan tugas itu ke sekolah sekaligus mengambil tugas yang baru," imbuhnya.
Selain itu bantuan berupa kuota paket data yang digunakan oleh siswa yang memiliki gawai juga diberikan guna mendukung lancarnya pembelajaran via daring tersebut. Bantuan berupa kuota paket data tersebut memang sengaja sudah disisihkan pihak sekolah dari Dana BOS yang ada. Bahkan tidak hanya siswa saja tapi guru khususnya yang masih berstatus GTT juga diberi bantuan berupa kuota internet.
Nasib cukup berbeda justru dirasakan oleh SD Negeri Dlingo yang justru malah mengalami peningkatan dari jumlah siswa baru. Sekolah yang beralamat di Pokoh II, Dlingo, Kecamatan Dlingo, Bantul ini dalam tahun ajaran baru ini mendapat 18 siswa baru.
Baca Juga: Disdikpora DIY akan Gelar Sekolah Tatap Muka, Kuota Kelas Dibatasi
"Alhamdulillah tahun ini penerimaan siswa di SD kami meningkat," ujar Kepsek SD Negeri Dlingo, Subagya.
Subagya mengatakan tahun sebelumnya sekolahnya hanya menerima 10 siswa namun tahun ini meningkat menjadi 18 siswa baru. Pihaknya menyebut banyak faktor yang menyebabkan peningkatan tersebut, mulai dari lokasi sekolah tersebut dan sarana prasana termasuk tenaga pengajar di setiap sekolah.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Bantul, Isdarmoko mengatakan untuk tahun ini semua SMP Negeri di Kabupaten Bantul sudah terisi sesuai dengan kuota yang ada. Namun sebaliknya di SD Negeri di Bantul yang belum semua mendapat siswa secara maksimal.
"Untuk SMP Negeri semuanya full. Tetapi untuk SD Negeri ada yang hanya mendapat siswa kurang dari 10 siswa," ujar Isdarmoko.
Isdarmoko menuturkan di Kabupaten Bantul secara keseluruhan jumlah siswa SD tahun ini terhitung baik dari Negeri, Swasta dan MI tercatat sekitar 11.866 siswa. Sedangkan untuk siswa SMP seluruhnya tercatat sebanyak 13.427 peserta didik.
Baca Juga: Polda DIY Gelar Operasi Pekat, Kasus Narkoba dan Miras Paling Banyak Tinggi
Berita Terkait
-
Sekolah Rakyat Ditargetkan Mulai Tahun Ajaran Baru 2025/2026, Pakai Kurikulum Nasional Plus
-
Presiden Prabowo Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat, Target Mulai Tahun 2025
-
Gaza Mulai Tahun Ajaran Baru, Siswa Kembali Belajar di Tengah Kehancuran dan Minim Sumber Daya
-
Gelar Kunjungan Industri, Siswa MAN 2 Bantul Praktik Olah Bandeng Juwana
-
Mempelajari Pembentukan Pulau Jawa di History of Java Museum
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
Terkini
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan
-
Libur Lebaran di Gembira Loka, Target 10 Ribu Pengunjung Sehari, Ini Tips Amannya
-
Arus Lalin di Simpang Stadion Kridosono Tak Macet, APILL Portable Belum Difungsikan Optimal
-
Kunjungan Wisatawan saat Libur Lebaran di Gunungkidul Menurun, Dispar Ungkap Sebabnya
-
H+2 Lebaran, Pergerakan Manusia ke Yogyakarta Masih Tinggi