Mbah Sudi disebut Priyono suka berjualan sejak kecil
Sebelumnya diberitakan SuaraJogja.id, belum lama ini video Mbah Sudi dibagikan ke Instagram oleh akun @vanjulio_. Melalui unggahannya, pengunggah menuliskan bahwa nenek tua itu dipaksa berjualan salak oleh anaknya di wilayah Wirobrajan, sedangkan sang anak menunggu dari kejauhan di atas sepeda motor.
"Saya mau tegur anaknya, tapi simbah bilang jangan karena nanti simbah yang bakal dimarahin anaknya, jadi saya cuma ambil video jarak jauh," tulisnya.
Supriyono alias Priyono, putra Mbah Sudi, kemudian mengklarifikasi bahwa sang ibu memang suka berjualan sejak kecil dan tidak pernah dipaksa olehnya untuk berjualan salak.
"Saya tidak pernah memaksa ibu untuk berjualan, tapi karena dia suka berjualan sejak kecil, akhirnya dia yang meminta untuk diantarkan berjualan," terang Supriyono, ditemui SuaraJogja.id di kediamannya di Dusun Jambon RT 4/RW 22, Desa Trihanggo, Sleman, Selasa (21/7/2020).
Supriyono membeberkan, sejak dirinya kecil, sang ibu, yang memiliki nama asli Sudiraharjo Pairah ini, sudah biasa menjual barang yang dia miliki ke pasar-pasar, termasuk menjual hasil panen rambutan yang dulunya dia miliki di halaman rumah.
Priyani, istri Priyono juga menampik bahwa Mbah Sudi tak pernah mendapat makan. Setiap waktu, kata dia, keluarganya menyiapkan makan di rumah, tetapi memang tidak dimakan karena sang mertua pikun.
"Boleh ditanyakan tetangga sebelah rumah kami. Dia selalu kami siapkan makan di rumahnya. Kebetulan rumah ibu ada di belakang rumah saya. Dia tinggal dengan anak pertamanya yang namanya Bolot, tapi setelah disiapkan [makan], Mbah Sudi memang tidak mau makan," terang Priyani.
Priyono lalu keberatan jika ibunya diberikan pembinaan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sleman.
Baca Juga: Berkunjung ke Jogja, Anang Ashanty Temui Nenek Penjual Salak yang Viral
"Saya keberatan jika nantinya akan dilakukan pembinaan atau sampai ibu saya dibawa Dinas Sosial. Saya berharap biar saya yang mengurus dia nantinya," ujar dia.
Selain itu, kata Priyono, dirinya mengaku tidak tega jika sang ibu tinggal di pantai jompo atau lembaga sejenis. Meski kekurangan, tetapi dengan tenaga yang ada, dirinya mengaku akan menjaga sang ibunda.
"Bagaimanapun, dia [Mbah Sudi] itu ibu saya, jadi wajib saya jaga. Jika ada yang menyebut saya memaksa berjualan itu tidak benar. Ibu memang suka berjualan dari kecil," terang ayah tiga anak itu.
Berita Terkait
-
Berkunjung ke Jogja, Anang Ashanty Temui Nenek Penjual Salak yang Viral
-
Mbah Sudi dan Keluarga Bakal Dibina Dinsos Sleman, Priyono: Saya Keberatan
-
Klarifikasi Nenek Dipaksa Jualan, Priyono Sebut Ibunya Tak Betah Diam
-
Bantah Paksa Nenek Tua Jualan, Priyono Ngaku Turuti Mau Ibunya
-
Nenek Tua Dipaksa Jualan di Jogja, Polisi Kantongi Identitas Anaknya
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat
-
Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional
-
Gratis! Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan 16 Tim dan Deretan Artis
-
Pasca Ramai Seruan Boikot, RANS Carnival di Maguwoharjo Ditinggal Musisi dan UMKM
-
Polresta Sleman Sita 561 Botol Miras Ilegal Selama Oktober 2026