Pasalnya sudah sejak usia dua bulan, Devi ditinggalkan oleh kedua orang tuanya. Ibunya kini sudah tenang di alam baka karena penyakit jantung yang dideritanya.
Sementara itu ayahnya, tak diketahui keberadaannya semenjak ibunya meninggal. Tak ada kabar bahkan insiatif untuk memberikan sedikit nafkah untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan Devi sejak masih kecil. Hilang begitu saja.
Devi sebenarnya merupakan bungsu dari tiga bersaudara. Namun ayahnya yang pergi tersebut juga sekaligus memisahkan Devi dan kedua saudara kandungnya.
Hanya sang nenek, Suratinem, teman Devi di rumah yang bertekad untuk membantu. Bagaimana tidak, Suratinem atau yang kerap disapa Mbah Surati, rela menempuh jarak sekitar tiga kilometer dari rumahnya menuju sekolah Devi dengan berjalan kaki, hanya untuk mengantarkan tugas sekolah yang telah Devi kerjakan di rumah.
Jalan beraspal yang rusak bahkan bisa berbahaya jika dilewati oleh kendaraan bermotor itu sudah menjadi rute sehari-hari yang harus dilewati Mbah Surati. Selain itu lokasi rumah yang berada di daerah Perbukitan Menoreh juga membuat medanya yang ditempuh naik turun.
Lebatnya pohon jati yang tumbuh di sepanjang jalan yang dilalui cukup membantu menahan panasnya sinar matahari yang akan mengenai kulit tua Mbah Surati.
Pemandangan sungai yang mulai kehabisan airnya dan area persawahan bertingkat di bawah bukit menemani perjalan nenek Devi tersebut.
"Biasanya berangkat dari rumah pagi hari sekitar 07.00 WIB. Riyin saben dinten mas, menawi sakniki sampun mboten, (Kalau dulu setiap hari, tapi kalau sekarang sudah tidak),” kata Suratinem.
Dari mata Suratinem, cucunya Devi adalah anak yang tergolong cerdas. Hal itu bukan tanpa dasar, saat ini Devi sudah mampu untuk menulis. Kemampuan itu dikatakan Suratinem lebih cepat dibandingkan dengan anak-anak seusianya.
Baca Juga: Ingatkan Covid-19 Masih Ada, TRC BPBD DIY Gelar Upacara 17an Pakai Hazmat
Selain itu, menurut Suratinem, Devi merupakan anak yang tidak rewel atau bahkan merepotkan.
Meski tanpa ada bimbingan kedua orang tuanya, Devi tetap bersemangat untuk belajar secara mandiri.
Harapan Suratinem jelas agar cucunya itu bisa terus menempuh pendidikan secara layak demi terus menghidupkan cita-cita menjadi seorang dokter di masa yang akan datang.
Sementara itu ditemui secara terpisah, Kepala Sekolah SD Negeri Jetis, Siti Kamilah mengatakan, Suratinem, nenek Devi, tidak pernah absen mengantarkan dan mengambil tugas baru yang diberikan oleh sekolah selama pandemi Covid-19 ini. Demi membantu Suratinem, pihak sekolah juga telah membuat jadwal terkait dengan pengambilan dan pengembaluan tugas.
"Bagi siswa yang tidak bisa mengikuti pelajaran jarak jauh secara daring, seperti Devi ini salah satunya, kami jadwalkan untuk mengambil dan mengumpulkan tugas setiap hari Kamis," tutur Siti.
Selain menjadwalkan sang nenek untuk bisa datang ke sekolah, pihaknya juga memberikan perhatian lainnya guna tetap membantu Devi memaksimalkan program belajar dari rumah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Kasus Asusila di Ponpes Sleman: Eks Pengurus Ditetapkan Tersangka, Keberadaannya Masih Misterius
-
Dari Pintu ke Pintu, Mantri BRI Dewi Natalia Bantu Pedagang Lampung Akses Pembiayaan
-
Anggaran Minim, BPBD DIY Geser Alokasi Atasi Bencana di Jogja
-
Indonesia Dikepung Lima Bencana, Jusuf Kalla Sebut Lingkungan Rusak oleh Kita Sendiri
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh