Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo | Mutiara Rizka Maulina
Senin, 31 Agustus 2020 | 13:47 WIB
Komisioner Komnas Perempuan dan Guru Besar Kajian Gender UIN Sunan Kalijaga, Alimatul Qibtiyah. [Mutiara Rizka M / SuaraJogja.id]

Meski tidak memiliki pengalaman pribadi yang secara spesifik berhubungan dengan kajian gender. Namun kisah dari kakak perempuan yang sebelumnya memberikan kado alat ketik untuknya menjadi pelajaran penting bagi Alim. Ketika kondisi keluarga kakaknya dilanda masalah ekonomi, kakak Alim sempat memutuskan untuk kembali menjadi TKI di luar negeri meskipun sudah memiliki dua orang anak.

Sayang, saat pemeriksaan diketahui perempuan itu hamil dan batal berangkat. Stres karena masalah yang dihadapi hingga berdampak pada kesehatan ginjal kemudian mengantarkan kakaknya berpulang. Alim merasa, bahwa kakaknya merupakan korban ketidakadilan ekonomi yang membuatnya merasa agar jangan sampai ada korban-korban lainnya.

Sebagai seorang komisioner Komnas perempuan dan Profesor di bidang Kajian Gender, Alim berharap apa yang ia lakukan bisa didengar dan menjangkau lebih banyak orang. Dengan begitu, apa yang ia miliki dan selama ini ia pelajari diharapkan menjadi lebih bermanfaat untuk banyak orang.

Dengan berbagai kesibukan yang ia miliki saat ini, Alim berganti peran dengan suaminya dalam menjalankan tugas rumah tangga. Ia bekerja untuk memenuhi kebutuhan nafkah keluarga, sementara suaminya menjadi ayah rumah tangga yang memiliki lebih banyak waktu dalam mendampingi tiga buah hatinya.

Baca Juga: Protes UIN Sunan Kalijaga Trending, Akun Twitter Jookoowi Turut Prihatin

Meski melakukan pembagian peran yang bisa disebut beda dengan masyarakat lainnya, namun keluarga alim sendiri tidak mengalami masalah dengan hal itu. Sebelumnya, suaminya juga sudah mengisi peran untuk mencari nafkah saat Alim menjalankan peran reproduksinya.

Jarum jam menunjukkan pukul 09:00 WIB, percakapan bersama penulis buku Feminisme Muslim di Indonesia itu harus dihentikan. Ia lantas membuka layar laptopnya untuk mengikuti rapat paripurna bersama rekan-rekannya di Komnas Perempuan. 

Load More