SuaraJogja.id - Tak hanya sebagai penikmat pameran seni, Festival Kebudayaan Yogyakarta atau FKY 2020 juga mengajak masyarakat turut serta sebagai peserta kompetisi seni.
Masyarakat digandeng dalam penyelenggaraan FKY 2020 melalui Program Kompetisi Mulanira.
Kompetisi ini bertujuan untuk mengajak masyarakat dari berbagai kalangan supaya turut berpartisipasi aktif di FKY 2020.
Dengan begitu, acara yang dilaksanakan secara daring dan luring ini dapat memberikan makna langsung, dan masyarakat tetap bisa ikut merasakan manfaatnya.
Ragam kompetisi memiliki makna sebagai bentuk wujud apresiasi dan wadah kreasi untuk masyarakat.
Program Kompetisi Mulanira sendiri meliputi lima bidang kompetisi: Tari Kreasi Mulanira, Mulanira Photo Challenge, Kompetisi Cerpen Mulanira, Dhagelan Basa Jawa, dan Hand Lettering Aksara Jawa.
Untuk Tari, Dhagelan, Hand lettering & Cerpen, kompetisi diadakan sejak 25 Agustus sampai 23 September 2020.
Sementara itu, periode Photo Challenge dimulai pada 7 sampai 26 September 2020 pukul 23.59 WIB.
Bagi calon peserta yang berminat untuk mengadu bakatnya, formulir pendaftaran dapat diunduh di laman web www.fkymulanira.com/kompetisi.
Baca Juga: Gelar Galeri Virtual, FKY 2020 Pakai Kamera 360 Derajat
Tak main-main, FKY 2020 pun menawarkan hadiah uang tunai dengan jumlah yang cukup besar.
Peserta yang meraih juara 1 berhak mendapatkan Rp5 juta, juara 2 Rp3 juta, juara 3 Rp2,5 juta, juara 4 Rp2.250.000, dan juara 5 Rp2 juta, dengan catatan, hadiah potong pajak.
Selain pameran seni dan kompetisi, Pasar FKY 2020 juga akan meramaikan festival yang selalu dinantikan setiap tahun ini.
Sebagai wujud dalam mengapresiasi pelaku ekonomi kreatif dan kuliner, FKY 2020 memfasilitasi dengan menghadirkan Direktori Pasar Kuliner, Pasar Kreatif, dan Oleh-oleh FKY, yang bisa diakses di laman www.fkymulanira.com.
Diketahui, di tengah pandemi Covid-19, FKY bakal menggelar pameran seni rupa "Akar Hening di Tengah Bising" secara virtual.
Selama enam hari, yakni mulai 21 sampai 26 September 2020, pameran tersebut dapat dinikmati dengan dua metode kunjungan.
Berita Terkait
-
Gelar Galeri Virtual, FKY 2020 Pakai Kamera 360 Derajat
-
FKY 2020 Digelar 6 Hari Secara Virtual, Artjog Pilih Naikkan Harga Tiket
-
Tempat Singgasana Sultan, Siti Hinggil Keraton Jogja Punya Arti Khusus
-
Berbulan-bulan Nihil Wisatawan, Objek Wisata MJAA Siap Beroperasi Lagi
-
Wisata ke Jogja, Ini 4 Transportasi Menuju Candi Prambanan
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
Pilihan
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
Terkini
-
Medsos Jadi Etalase Bisnis Konten Seksual, Perhatian Penonton Bisa Dikomodifikasi
-
BRI Private Berikan Akses Premium Medical Check Up untuk Nasabah
-
Kuliah Gratis PTN Didorong, Akademisi Ingatkan Jangan Sampai PTS Kehilangan Mahasiswa
-
BRI inFrame 2026, Saat Fotografi Mengisahkan Perjalanan Ekonomi Kerakyatan Indonesia
-
6 Fasilitas Kereta Kelas Luxury yang Membuat Perjalanan Berbeda