Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Rabu, 09 September 2020 | 16:15 WIB
Salah satu petugas dalam pelatihan mempraktikkan pembuatan ramuan jamu kepada warga di Singosaren, Banguntapan, Bantul, Rabu (9/9/2020). - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Menurutnya, di kecamatan lain juga sudah ada kegiatan serupa, tetapi frekuensinya masih harus lebih banyak diwartakan lagi. Namun pihaknya menekankan, jamu tidak menggantikan pengobatan konvensional.

"Benar-benar menggantikan tidak bisa, jamu itu gunanya lebih banyak untuk meningkatkan daya tahan tubuh, jadi memang bersandinglah," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Singosaren Siti Asfiah mengatakan, beberapa jamu dan ramuan yang telah dibuat oleh pihaknya nyatanya berhasil. Artinya, ramuan itu diminati oleh semua kalangan, baik dari orang tua maupun anak-anak.

"Selain membuatnya gampang, rasanya pun juga segar. Kemarin anak-anak disuruh nyoba dan ternyata malah ketagihan," kata Siti.

Load More