SuaraJogja.id - Sejumlah peserta Pilkada 2020 Sleman yang menjalani rutinitas di pemerintahan mulai menyerahkan surat keterangan cuti maupun pengunduran diri jelang dimulainya masa kampanye.
Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman Noor Aan Muhlishoh mengungkapkan, pihaknya sudah menerima surat keterangan berisi pengunduran diri Danang Maharsa. Diketahui, Danang merupakan pendamping Kustini dalam persaingan Pilkada 2020 Sleman. Ia merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sleman, dari Fraksi PDI P.
"Intinya isinya perihal pengunduran dirinya [dari DPRD Sleman] sedang diproses," kata dia, Jumat (25/9/2020).
Menurut Aan, sebetulnya dokumen tersebut bisa dipenuhi oleh yang bersangkutan, lima hari setelah penetapan.
"Kurang satu [dokumen], yaitu SK definitif [dinyatakan resmi telah mengundurkan diri] dan bisa diserahkan 30 hari sebelum pemungutan suara," lanjut Aan.
Sementara itu, Sri Muslimatun yang merupakan Wakil Bupati Sleman juga sudah menyerahkan surat cutinya dan diterima oleh KPU Sleman belum lama ini.
Masa cuti bagi para paslon seperti Muslimatun, dilakukan sejak dimulainya masa kampanye 26 September 2020 hingga 5 Desember 2020.
Kala Aan disinggung soal jabatan publik yang melekat pada Kustini, mulai dari Bunda PAUD Sleman, Ketua TP PKK Sleman, Ketua Perwosi Sleman, Dekranasda Sleman dan lain-lain, Aan mengungkapkan bahwa dari sisi pencalonan tidak ada kewajiban atau persyaratan bagi yang bersangkutan untuk mundur dari jabatan yang melekat padanya.
"Kalau dari Kemendagri dan lainnya, kami serahkan ke pemerintah daerah. Bukan wewenang KPU," ucapnya.
Baca Juga: Setahun Buron, Terpidana Kasus Penipuan Tertangkap di Cafe Sleman
Suami dari Kustini, Sri Purnomo menyebut, walau Kustini tak mengambil langkah cuti, Kustini berusaha untuk menghindari kegiatan yang mengharuskan ia hadir dengan jabatan publik melekat.
Karena menurut Sri Purnomo, baik Kustini maupun organisasi-organisasi yang selama ini diampu Kustini, mampu membeda-bedakan antara kepentingan organisasi dan kepentingan Kustini sebagai individu yang ikut Pilkada 2020.
"Nek ibune ora dadi pegawai kok cuti, sing cuti ki nek pegawai to. Kaitan pembinaan di masa kampanye ini, sudah ditiadakan," ungkapnya.
Selain itu Sri Purnomo menyatakan, saat ini saja Kustini tak lagi turun lapangan untuk ikut kegiatan yang diselenggarakan PAUD Sleman. Walaupun saat ini PAUD Sleman sedang mengikuti tahapan penilaian oleh pemerintah DIY.
"Agar tidak ada orang multitafsir, kami menghindari prasangka-prasangka yang tidak pas," ungkapnya.
Kontributor : Uli Febriarni
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Usia 50 Tahun ke Atas
- Ini 4 Smartphone Paling Diburu di Awal Januari 2026
- 5 Sepatu Nike Diskon hingga 40% di Sneakers Dept, Kualitas Bagus Harga Miring
- 5 Tablet dengan SIM Card Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking Anti Ribet
- Beda dengan Inara Rusli, Wardatina Mawa Tolak Lepas Cadar Demi Uang
Pilihan
-
Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
-
Eksplorasi Museum Wayang Jakarta: Perpaduan Sejarah Klasik dan Teknologi Hologram
Terkini
-
Pasca Euforia Satu Indonesia ke Jogja, Carut Marut Transportasi Jogja Perlu Dibenahi
-
Anjing Diracun lalu Dicuri di Lereng Merapi Sleman, Polisi Turun Tangan
-
Lalin Tol Solo-Yogyakarta Segmen Kartasura-Prambanan Melonjak 61,2 Persen Saat Nataru
-
Satu Kasus Super Flu Ditemukan di DIY, Pasien Bayi di Bawah Satu Tahun
-
Honda Brio RS vs Suzuki Ignis GX: Siapa yang Paling Layak Dibeli?