Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman, Harda Kiswaya mengatakan dua barak pengungsian yakni barak Glagaharjo dan Gayam akan dijadikan tempat evakuasi warga Kalitengah Lor.
"Ada dua barak yang kami fokuskan untuk evakuasi warga yaitu di barak Glagaharjo dan Gayam, itu untuk menampung warga Kalitengah Lor. Tetapi kelompok rentan dan hewan ternak yang akan kami evakuasi dulu," kata Sekda Kabupaten Sleman, Harda Kiswaya ditemui di Barak pengungsian Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, Sleman, Kamis (5/11/2020).
Ia menjelaskan jika evakuasi kelompok rentan dilakukan dalam waktu dekat. Lansia, bayi usia 0-18 bulan, ibu hamil dan difabel dievakuasi lebih dahulu.
"Masih ada persiapan-persiapan yang bisa dilakukan. Besok (Jumat) kami lakukan evakuasi untuk kelompok rentan ini," tambahnya.
Ia menjelaskan jika kelompok rentan Kalitengah Lor berjumlah 100 orang. Total warga di Kalitengah lor sekitar 500 orang.
"Untuk barak karena kondisi Covid-19 tetap akan dibatasi. Barak yang kami siapkan cukup untuk menampung 100 orang nanti," kata dia
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
- 4 Tips Merebus Telur agar Mudah Dikupas, Hasil Mulus Sempurna
Pilihan
-
Terbuang dari Klub Orang Indonesia, Emil Audero Selangkah Lagi ke Rayo Vallecano
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
Terkini
-
Tanah Rp2 Miliar Dilelang Cuma Rp420 Juta, Warga Kulon Progo Gugat PNM Ventura Syariah & KPKNL
-
Ormas Terlibat Kekerasan, Muhammadiyah Desak Polisi Tak Tebang Pilih
-
17 Persen Penerima PKH di DIY Terindikasi Judol, Dinsos Tangguhkan Bansos
-
Soroti UU Konservasi dan RUU Masyarakat Adat, Forum PCS 2026 Digelar di UGM
-
Konservasi Indonesia Dinilai Masih Negara-Sentris, PCS 2026 Dorong Perubahan Paradigma