SuaraJogja.id - Rencana pelebaran ruas Jalan Cinomati yang berada di Kecamatan Dlingo dan Pleret, Kabupaten Bantul terus digodok Pemerintah setempat. Pemkab Bantul memastikan, besar anggaran yang digulirkan senilai Rp31 miliar pada APBD 2021.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Bantul Trisna Manurung mengatakan, Pemkab sengaja menganggarkan dengan pertimbangan skala kebutuhan dan juga defisit anggaran.
Merujuk pada pembahasan Kebijakan Umum Anggaran - Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2021 yang dilakukan Pemkab Bantul bersama dengan DPRD Bantul, disepakati bahwa defisit anggaran di angka 6,71 persen.
“Maka dari dasar itulah kami menganggarkannya. Saat ini memang masih dibahas, tetapi kami optimistis anggaran tersebut bisa disepakati,” ujar Trisna kepada wartawan, Kamis (11/11/2020).
Menurut Trisna, penganggaran proyek pelebaran jalan di ruas Cinomati kali ini adalah lanjutan dari sebelumnya.
Pada 2020, Pemkab telah menganggarkan lebih kurang Rp30 miliar.
Namun dalam perkembangannya, anggaran tersebut dirasionalisasi, sehingga hanya disetujui Rp10 miliar.
Alasan rasionalisasi tersebut melihat evaluasi dari Gubernur DIY jika defisit anggaran di Bantul masih besar, yakni 12,11 persen dari total APBD sebesar Rp2,2 triliun, sehingga harus diturunkan menjadi di angka enam persen.
Maka pada rapat paripurna penetapan APBD Bantul 2020, beberapa anggaran, di antaranya proyek jalan tersebut, harus dirasionalisasi.
Baca Juga: Galian Pipa di Bantul Mangkrak, Sholeh Mengeluh Pendapatannya Turun Drastis
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Bantul Bobot Ariffi Aidin menambahkan, penganggaran sebesar Rp31 miliar tersebut dialokasikan untuk pembebasan lahan antara jalan di Desa Terong (Dlingo)-Wonolelo sepanjang 2.659 meter, sedangkan pengaspalan direncanakan akan dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) DIY.
“Jadi anggaran tersebut hanya untuk tanahnya saja. Untuk fisik kami ajukan ke provinsi karena tidak mungkin sepenuhnya menggunakan anggaran Pemkab,” katanya.
Disinggung terkait proses pembebasan lahan sendiri, Bobot mengatakan, tahapannya telah dimulai. Pada November 2020 ini, tahapan telah memasuki apprasial.
“Sudah sampai tahapan tersebut. Jadi rencananya di 2021 target kami pembebasan lahan selesai. Selanjutnya pelebaran jalan menunggu dari provinsi,” terangnya.
Diberitakan sebelumnya, Pemkab Bantul berencana memperlebar ruas Jalan Cinomati, yang menghubungkan Kabupaten Bantul dan Gunungkidul, mengingat kondisi jalan yang dinilai sempit, dan banyak wisatawan memanfaatkan jalan alternatif tersebut.
Sejumlah warga yang tinggal di sekitar Jalan Cinomati juga meminta agar anggaran pembebasan lahan dari proyek tersebut dibuat transparan, sehingga masyarakat bisa menerima sebagian tanah yang terpotong dari proyek pelebaran jalan itu.
Berita Terkait
-
Bakal Diperlebar, Jembatan Puren Ditargetkan Selesai Tak Lebih dari 40 Hari
-
Pembangunan Jembatan Puren Berjalan, Masyarakat Perlu Cari Jalur Alternatif
-
Jadi Zona Merah, Pergerakan Masyarakat Kecamatan Banguntapan Dibatasi
-
Dorong Kemajuan UMKM, Pemkab Bantul Kerjasama dengan PT Angkasa Pura I
-
Tunggu Status Inkra, Pemkab Bantul Siap Hadapi Banding Idham Samawi
Terpopuler
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- Kipas Angin Model AC yang Resmi dan Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasinya
- Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada
- 4 Shio Beruntung 6 September 2026, Hidup akan Lebih Ringan
Pilihan
-
Siswa SMK di Karo Diduga Hilang Ingatan Usai Keracunan MBG, Amnesty Desak Program Disetop
-
Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam
-
Gunung Anak Krakatau 'Muntah-muntah' Lagi Selasa Pagi Ini, 3 Kali Erupsi
-
Bandara Soetta dan Halim Mulai Dibuka untuk Penerbangan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
Terkini
-
Saat Anggaran BNPB Turun Tajam, Dana Bencana Rp7,3 Triliun Diminta Lebih Mudah Diakses Daerah
-
Tak Bisa Lagi Jor-joran di Tengah Efisiensi , FKY 2026 Andalkan Kekuatan Komunitas Seni
-
Anggaran BNPB Terus Menyusut, Pakar Sebut Indonesia Bisa Terjebak dalam Siklus Respons Bencana
-
Tak Ikut-ikutan Malang, Pemda DIY Pilih Evaluasi MBG Meski 70 Orang Keracunan
-
Erupsi Ganggu Penerbangan di Adisutjipto, Penumpang KA Daop 6 Yogyakarta Melonjak 12,5 Persen