"Hipertensi, pegel, ada yang gatel-gatel, tapi walaupun memang itu dipicu oleh stres, tapi itu sudah berbulan-bulan hingga enam bulan lebih, jadi kemungkinan bukan hal lain," ujar Untung.
Menurut Untung, dari pengamatannya selama melakukan pemeriksaan, para lansia terlihat lebih santai. Hal itu tampak dari raut wajah lansia yang ditemuinya.
"Dilihat dari raut muka mbah-mbah di sini juga karena masih ada temen-temennya jadi terlihat lebih enjoy. Hanya mungkin tidurnya saja karena tidak di rumah sendiri," ucapnya.
Terkait penyakit atau gejala Covid-19, kata Untung, baik batuk, sesak, atau deman tidak ditemui. Namun, ia menyoroti protokol kesehatan yang sering terlupakan oleh para pengungsi saat berinteraksi satu sama lain.
"Tantangan bagi kita, kalau orang Jawa itu kan terlalu sopan ya, terus kalau pas ngomong maskernya dibuka. Jaga jarak sudah diingatkan, tapi memang kelupaan juga masih ngobrol deketan. Kita selalu mengingatkan itu," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Antisipasi Covid-19 di Pengungsian, Dibuat Ruang Karantina di SD Cepitsari
-
Antisipasi Abu Merapi, Candi Prambanan Andalkan Tenaga Pembersih
-
Pengungsi Glagaharjo Mulai Keluhkan Sakit, Mayoritas dari Kelompok Lansia
-
Erupsi Merapi Diprediksi Lebih Kuat dari 2006 dan 4 Berita SuaraJogja
-
Tunggu Pembangunan Kandang Rampung, Evakuasi Hewan Ternak di Sleman Mandek
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Jadwal Lengkap Agenda Wisata Jogja Februari 2026: Dari Tradisi hingga Romansa!
-
BRI Dorong Lingkungan Bersih lewat Program CSR Bersih-Bersih Pantai di Bali
-
Babak Baru Rampasan Geger Sepehi 1812: Trah Sultan HB II Tegas Ambil Langkah Hukum Internasional
-
Misteri Terkuak! Kerangka Manusia di Rumah Kosong Gamping Sleman Ternyata Mantan Suami Pemilik Rumah
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan