SuaraJogja.id - Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman mewacanakan rapid test antigen bagi pengungsi lereng Gunung Merapi. Hal ini terkait peta epidemiologi Sleman, yang menunjukkan mayoritas kapanewon di Sleman berstatus sebagai zona merah.
"Rencananya memang akan rapid test antigen buat pengungsi. Namun sejauh ini masih terus dimatangkan pelaksanaannya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo saat dikonfirmasi awak media, Minggu (22/11/2020).
Joko menyebutkan, rencana pelaksanaan tersebut guna memastikan tidak adanya penularan yang terjadi di pengusian. Pertimbangan itu menyusul kondisi Kalurahan Glagaharjo, yang dijadikan barak pengungsian, masih berstatus zona hijau walau Kapanewon Cangkringan sudah masuk zona merah.
Penambahan terbaru kasus Covid-19 di Kapanewon Cangkringan diketahui berada di Kalurahan Argomulyo dan Kalurahan Kalurahan Wukirsari. Dari situ, masing-masing menyumbang total tiga kasus baru.
"Sejauh ini di Kalurahan Glagaharjo, Umbulharjo, dan Kepuharjo belum pernah ditemukan kasus positif," tuturnya.
Joko menyampaikan, rapid test itu nantinya akan memanfaatkan bantuan 2.500 rapid test antigen yang merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sasaran utamanya adalah pengungsi, relawan, serta petugas yang beraktivitas selama ini di barak pengungsian Balai Desa Glagaharjo.
“Untuk waktunya kapan nanti akan kami bicarakan lebih lanjut," ujarnya.
Wacana ini muncul setelah melihat peta persebaran kasus Covid-19 di seluruh kapanewon yang ada di Sleman.
Dari total 17 kapanewon yang ada, tercatat hanya Moyudan, Seyegan, Ngemplak, Turi, dan Sleman yang masuk ke dalam zona oranye, sedangkan lainnya zona merah.
Baca Juga: Guguran Material Merapi Meluncur ke Kali Lamat, Terdengar Sampai Kaliurang
Diketahui sebelumnya Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman juga telah terlebih dulu melakukan rapid tes bagi relawan dan petugas yang ada di barak pengungsian Balai Desa Glagaharjo.
Hal tersebut dilakukan mempertimbangkan banyaknya relawan yang berasal dari luar daerah.
Sementara itu Panewu Cangkringan Suparmono, menuturkan bahwa memang Cangkringan khususnya Glagaharjo menjadi salah satu desa yang belum pernah ditemukan kasus terkonfirmasi positif Covid-19.
Hal itu menyebabkan zonasi di wilayah tersebut masih terus hijau.
Suparmono mengklaim protokol kesehatan sudah diterapkan dengan baik di barak pengungsian Balai Desa Glagaharjo tersebut, mulai dari tempat cuci tangan yang disediakan secara cukup hingga penyekatan di ruangan guna menetapkan jaga jarak antar pengungsi yang berbeda keluarga.
"Protokol kesehatan terus menerus diingatkan kepada pengungsi yang khususnya kelompok rentan ini. Sejauh ini masih berjalan baik. Semoga tidak ada kasus apa-apa," tandasnya.
Berita Terkait
-
Guguran Material Merapi Meluncur ke Kali Lamat, Terdengar Sampai Kaliurang
-
Waspada Lahar Dingin Gunung Merapi, BPBD Kota Yogyakarta Siapkan Hal Ini
-
Seluruh DIY Zona Merah Corona, Kadinkes Sleman: Membara
-
Peduli Pengungsi Merapi, Hartono Mall Yogyakarta Serahkan Bantuan Logistik
-
Super Hero Hibur Anak di Pengungsian Merapi
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Sekolah Masih Kekurangan Guru, PGRI Tolak Anggaran Pendidikan Dipangkas demi MBG
-
Unik! Siswa Baru SMA Islam Al Azhar 9 Jogja Diajak Jajal Golf, MPLS Sekaligus Jaring Bibit Unggul
-
Video AI Catut Gubernur DIY Beredar di WhatsApp, Publik Diimbau Waspada Modus Penipuan
-
Meriahkan Pasar Tradisional, GEMPAR Kebonagung Dorong UMKM Sleman Kian Berkembang
-
Kekerasan Seksual dan Bullying Makin Mengkhawatirkan, Belum Semua Kampus di DIY Punya Satgas