SuaraJogja.id - Pembangunan bilik 'Ayah Bunda' di area pengungsian Balai Kalurahan Glagaharjo, Cangkringan menuai pro dan kontra sejumlah pihak. Berkaca pada hal itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman angkat suara.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman Joko Supriyanto mengungkapkan, pihaknya berencana memindahkan keberadaan bilik 'Ayah Bunda' yang diperuntukkan bagi pengungsi berstatus suami istri untuk memenuhi kebutuhan batin mereka.
"[Lokasi yang sekarang ini] tidak pas. Nanti kami akan cari ruangan. Sebetulnya kami sudah siapkan empat bilik, di kelas [gedung SD Muhammadiyah Cepitsari]. Digunakan bila kelak status meningkat menjadi Awas," kata Joko, Kamis (3/12/2020).
Joko menambahkan, area di pengungsian yang diperuntukkan sebagai bilik 'Ayah Bunda' itu juga sudah diberi sekat-sekat, sehingga tinggal ditambah tirai bila sudah akan digunakan.
"Namanya saya tidak tahu [belum dipikirkan]," ungkapnya kala ditanya nama bilik tersebut.
Menanggapi pro kontra yang ada, ia menyatakan bahwa awal mula kehadiran bilik 'Ayah Bunda' sebelumnya sempat disinggung oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X saat mengunjungi barak pengungsian.
Dalam kunjungannya itu Sultan menyatakan, bila para pengungsi terlalu lama berada di barak, sudah barang tentu kebutuhan nafkah batin bagi pengungsi yang berstatus suami-istri tetap perlu dipenuhi.
Masukan Sultan selanjutnya ditindaklanjuti oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Sleman dengan membuat bilik 'Ayah Bunda'.
"Tapi saya sebetulnya kurang pas, kurang cocok. Menurut saya. Karena apa? Karena yang sekarang mengungsi adalah kelompok rentan, yaitu lansia. Apakah mereka membutuhkan bilik itu? Yang membutuhkan tentu yang muda," ujarnya.
Baca Juga: Erupsi Gunung Api Ili Lewotolok, Kepala BNPB ke NTT Tinjau Penanganan
Dalam payung OPD, BPBD Sleman menilai, tidak ada yang salah ketika ada upaya menindaklanjuti masukan dari pihak-pihak tertentu, dalam hal ini Gubernur DIY, tetapi dapat dipastikan untuk saat ini, tak ada yang menggunakan bilik itu.
"Kalau besok sudah peningkatan status menjadi Awas, maka tidak hanya kelompok rentan yang akan mengungsi, melainkan semua warga Kalitengah Lor, maka bilik itu perlu," ucap Joko.
Dihubungi terpisah, Kepala Dinas P3AP2KB Sleman Mafilindati Nuraini membenarkan, pembangunan bilik 'Ayah Bunda' merupakan upaya menindaklanjuti masukan dari Gubernur DIY. Sultan menyatakan, perlu dibangun sebuah bilik bagi pasangan suami istri.
"Jadi ini antisipasi, untuk menyiapkan sarana untuk pasangan suami istri," kata dia.
Bilik digunakan untuk pengungsi yang merupakan pasangan suami istri yang sah. Walaupun sudah ada satu bilik yang dibangun, tetapi masih banyak proses yang harus disempurnakan. Misalnya, garis pengaman yang menunjukkan batas lokasi dan lainnya.
Hanya saja, pihaknya sudah membuat juknis penggunaan bilik 'Ayah Bunda'. Beberapa kebijakan yang diatur antara lain, pengguna bilik harus dipastikan merupakan pasangan suami istri sah dan pengguna harus melapor terlebih dahulu ke pos keamanan bila akan menggunakannya, diikuti dengan pendataan dalam sebuah buku.
Berita Terkait
-
Erupsi Gunung Api Ili Lewotolok, Kepala BNPB ke NTT Tinjau Penanganan
-
Mendekati Erupsi Merapi, Sleman Perpanjang Status Tanggap Darurat
-
Tanggap Darurat Merapi Berakhir, Sleman Tunggu BPPTKG untuk Perpanjangan
-
Bocah Naik Mobil Tewaskan Pemotor di Bantul dan 4 Berita SuaraJogja
-
Nekat! Relawan Naik Gunung Merapi demi Mitigasi
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Piala Paku Alam 2026 Bangkitkan Tradisi Pacuan Kuda dengan Balutan Karnaval dan Hiburan Keluarga
-
Fete de la Musique 2026 Digelar di Yogyakarta, 5 Musisi Lokal Meriahkan Kolaborasi Indonesia-Prancis
-
Gejayan Dikepung Massa, Tuntut Penurunan Harga BBM Hingga Tolak MBG dan UU TNI/Polri
-
Diguyur Hujan, Ratusan Mahasiswa dan Elemen Sipil Padati Gejayan Gelar Seruan Bersama
-
IHR: Piala Paku Alam 2026 Akan Digelar di Yogyakarta, Hadirkan Kemeriahan Pesta Karnaval