Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Sabtu, 12 Desember 2020 | 10:31 WIB
Ilustrasi Whatsapp (Unsplash/@rachitank)

SuaraJogja.id - Dinkes Sleman menyebutkan bahwa delirium gejala Covid-19 bisa dicek dengan mencubit. Sementara itu, saat ini BPBD Sleman tengah mengantisipasi potensi luncuran awan panas Gunung Merapi, yang bisa mengarah ke barat.

Selain itu, UGM mengklarifikasi pesan berantai yang menyebutkan bahwa Jogja ditutup dan asrama UGM di Baciro untuk pasien OTG penuh. Tak hanya itu, tengah viral juga video Kaesang menanggapi pengguna TikTok yang mengaku sebagai anak anggota DPR.

Di samping itu, reaksi Ferdinand Hutahaean untuk pernyataan Haikal Hassan tentang kematian enam laskar FPI juga cukup mencuri perhatian publik. Berikut SuaraJogja.id merangkum lima berita terpopuler pada Jumat (11/12/2020) kemarin:

1. Muncul Delirium Gejala Covid-19, Dinkes Sleman: Bisa Cek dengan Mencubit

Istilah delirium muncul dan disebut-sebut sebagai gejala baru COVID-19 yang bisa nampak pada pasien lansia. Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo menjelaskan, delirium berkaitan erat dengan penurunan kesadaran. Delirium bisa terjadi pada berbagai penyakit.

"Kalau untuk COVID-19, selama ini belum menjadi gejala utama atau gejala khas kecuali kalau tahap berat. Bisa antara lain karena hipoxia, kekurangan oksigen di otak," kata dia, Jumat (11/12/2020).

Baca selengkapnya

2. Tanggapi Anak DPR Sombong di TikTok, Aksi Kaesang Bikin Warganet Resah

Baca Juga: Delirium Jadi Gejala Baru Infeksi Covid-19, Kenali Ciri dan Penyebabnya

Akun Instagram @makrumpita membagikan video TikTok milik putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pengarep. Duet dengan anak DPR yang menyombongkan status ayahnya, respons Kaesang ini justru membuat warganet resah. Tanpa banyak bicara, gaya tubuh Kaesang ini juga sukses membuat warganet tertawa.

Dalam video itu, terlihat seorang pemuda yang tengah bersandar di tembok sambil mengunyah makanan. Remaja pria itu mengatakan bahwa ayahnya adalah seorang anggota DPR. Tidak hanya itu, remaja itu juga menantang warganet, jika ada yang berani dengannya, sang ayah akan mengeluarkan undang-undang.

Baca selengkapnya

3. Beredar Pesan Berantai Jogja Ditutup hingga Selter Penuh, UGM Klarifikasi

Load More