SuaraJogja.id - Dinkes Sleman menyebutkan bahwa delirium gejala Covid-19 bisa dicek dengan mencubit. Sementara itu, saat ini BPBD Sleman tengah mengantisipasi potensi luncuran awan panas Gunung Merapi, yang bisa mengarah ke barat.
Selain itu, UGM mengklarifikasi pesan berantai yang menyebutkan bahwa Jogja ditutup dan asrama UGM di Baciro untuk pasien OTG penuh. Tak hanya itu, tengah viral juga video Kaesang menanggapi pengguna TikTok yang mengaku sebagai anak anggota DPR.
Di samping itu, reaksi Ferdinand Hutahaean untuk pernyataan Haikal Hassan tentang kematian enam laskar FPI juga cukup mencuri perhatian publik. Berikut SuaraJogja.id merangkum lima berita terpopuler pada Jumat (11/12/2020) kemarin:
1. Muncul Delirium Gejala Covid-19, Dinkes Sleman: Bisa Cek dengan Mencubit
Istilah delirium muncul dan disebut-sebut sebagai gejala baru COVID-19 yang bisa nampak pada pasien lansia. Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo menjelaskan, delirium berkaitan erat dengan penurunan kesadaran. Delirium bisa terjadi pada berbagai penyakit.
"Kalau untuk COVID-19, selama ini belum menjadi gejala utama atau gejala khas kecuali kalau tahap berat. Bisa antara lain karena hipoxia, kekurangan oksigen di otak," kata dia, Jumat (11/12/2020).
2. Tanggapi Anak DPR Sombong di TikTok, Aksi Kaesang Bikin Warganet Resah
Baca Juga: Delirium Jadi Gejala Baru Infeksi Covid-19, Kenali Ciri dan Penyebabnya
Akun Instagram @makrumpita membagikan video TikTok milik putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pengarep. Duet dengan anak DPR yang menyombongkan status ayahnya, respons Kaesang ini justru membuat warganet resah. Tanpa banyak bicara, gaya tubuh Kaesang ini juga sukses membuat warganet tertawa.
Dalam video itu, terlihat seorang pemuda yang tengah bersandar di tembok sambil mengunyah makanan. Remaja pria itu mengatakan bahwa ayahnya adalah seorang anggota DPR. Tidak hanya itu, remaja itu juga menantang warganet, jika ada yang berani dengannya, sang ayah akan mengeluarkan undang-undang.
3. Beredar Pesan Berantai Jogja Ditutup hingga Selter Penuh, UGM Klarifikasi
Berita Terkait
-
Delirium Jadi Gejala Baru Infeksi Covid-19, Kenali Ciri dan Penyebabnya
-
Ada Potensi Luncuran Awan Panas Merapi ke Barat, BPBD Sleman Siapkan Ini
-
Beredar Pesan Berantai Jogja Ditutup hingga Selter Penuh, UGM Klarifikasi
-
Muncul Delirium Gejala Covid-19, Dinkes Sleman: Bisa Cek dengan Mencubit
-
Pilkada Sleman di Tengah Pandemi, Partisipasi Masyarakat Tak Maksimal
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kawal Kasus Little Aresha, Orang Tua Korban Dorong Penambahan Pasal Berlapis dan Hak Restitusi
-
Siklus Megathrust Pulau Jawa Tinggal 30 Tahun, Pakar Kegempaan Ingatkan Kesiapsiagaan DIY
-
Niat Keluar Cari Sasaran, Komplotan Remaja Bacok Pemuda di Jalan Godean Sleman
-
Efisiensi Anggaran Bikin Pekerja Seni di Jogja Kelimpungan, Berburu Hibah demi Bertahan Hidup
-
Tim Hukum Peduli Anak Pemkot Jogja Bidik Pidana Korporasi hingga Pembubaran Yayasan Little Aresha