Scroll untuk membaca artikel
Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Sabtu, 26 Desember 2020 | 08:25 WIB
Ide Padupadan Crop Top Seperti Dita Karang (Instagram/Ditakarang)

SuaraJogja.id - Berbagai peristiwa mengejutkan terjadi sepanjang 2020. Di antaranya tak sedikit yang makin melambungkan nama sejumlah figur publik Jogja.

Salah satunya tentu Siti Fauziah. Aktris pemeran Bu Tejo di film Tilik ini mendadak berseliweran di televisi dan media sosial sejak film pendek yang ia bintangi viral.

Di samping itu, ada juga dr Tirta, yang tak henti-hentinya mengingatkan masyarakat untuk menaati protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Tak hanya mereka berdua, berikut SuaraJogja.id menghimpun lima tokoh Jogja paling fenomenal selama 2020:

Baca Juga: Libur Tahun Baru 2021, Dispar Bantul Optimistis Raup Pendapatan Rp16 M

1. Dita Karang "Secret Number"

Dita Karang, anggota dari grup idol K-pop pendatang baru Secret Number. (Foto: Dok. NACIFIC)

Masyarakat Indonesia, khususnya pencinta K-pop, digemparkan oleh kemunculan seorang member girlband Korea Secret Number. Pasalnya, Dita Karang, nama gadis itu, adalah orang Indonesia, tepatnya berdarah Bali-Jogja.

Bersama Soodam, Denise, Lea, dan Jinny, Dita Karang menjadi idola baru para penggemar K-pop. Girlband di bawah naungan Vine Entertainment ini memulai debut dengan merilis video musk single "Who Dis?" pada 19 Mei 2020.

Gadis asal Jogja yang lahir pada 25 Desember 1996 ini didapuk sebagai main dancer. Bukan saja kemahirannya dalam menari, menyanyi, bahkan berbahasa Korea, Dita Karang juga membuat banyak penggemar gemas karena logatnyayang medok saat berbicara dalam bahasa Indonesia atau bahasa Jawa.

2. Mumtaz Rais

Baca Juga: Dapat Kabar TPST Piyungan Buka, Armada Pengangkut Sampah Keliling dari Pagi

Ketua POK DPP PAN Mumtaz Rais - (Instagram/@mumtaz.rais)

Sempat mencalonkan diri sebagai bupati Sleman, Mumtaz Rais, putra Amien Rais, akhirnya mundur sebelum Pilkada 2020 dimulai. Meski baliho pencalonannya sudah terpasang hingga muncul sebutan "slemanial", nyatanya ia memilih mundur karena alasan mendapat mandat sebagai Ketua Pembinaan Organisasi dan Keanggotaan (POK) DPP PAN.

Load More