SuaraJogja.id - Kantor Kelas I TPI IMigrasi Yogyakarta memperingati Hari Bhakti Imigrasi ke-71, Selasa (27/1/2021).
Bagi pihaknya, bukan hal yang mudah bisa mencapai usia ke-71 seperti sekarang. Berbagai halangan dan rintangan telah dilalui dengan semangat kebersamaan.
Pada era Pandemi Covid-19 sekarang, hampir seluruhnya ruang gerak masyarakat dan segala sesuatunya dibatasi. Ini merupakan suatu tantangan besar bagi Imigrasi untuk tetap memberikan pelayanan yang terbaik pada masyarakat sesuai dengan yang telah dicanangkan oleh Kementerian Hukum dan HAM RI mendukung dan bersiap memasuki Era Digital 4.0.
Berbagai aplikasi diluncurkan oleh Kementerian Hukum dan HAM, khususnya Direktorat Jenderal Imigrasi, dalam mendukung program tersebut serta dalam rangka mempermudah pemohon dalam memperoleh Pelayanan Keimigrasian.
Peringatan Hari Bhakti Imigrasi tahun ini, Selasa (26/1/2021), dilaksanakan secara sangat sederhana dibandingkan dengan peringatan pada tahun-tahun terdahulu yang penuh dengan kemeriahan dan suka cita.
Peringatan Hari Bhakti Imigrasi ke 71 pada tahun ini di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta diikuti oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DI Yogyakarta beserta Pejabat Struktural Divisi Keimigrasian, Divisi Administrasi dan Divisi Pemasyarakatan dan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta beserta jajarannya.
Peringatan tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, yang dilakukan secara Virtual terpusat di Graha Pengayoman Kementerian Hukum dan HAM RI di Jakarta.
Inspektur Upacara Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly menyampaikan, Imigrasi, yang merupakan bagian dari Kementerian Hukum dan HAM, telah bekerja dengan baik dengan hasil yang memuaskan.
Sebagai penjaga gerbang Negara Kesatuan Republik Indonesia dan sebagai garda terdepan keluar masuknya Warga Negara Asing sampai pada tahun 2020 telah mengukir capaian yang membanggakan selain mendukung Era Digital 4.0 juga melayani masyarakat dengan sepenuh hati dengan berbagai inovasi yang diluncurkan dalam upaya mempermudah proses keimigrasian.
Baca Juga: Banyak Pelajar Overstay, Kantor Imigrasi Yogyakarta Deportasi 5 WNA di 2020
Dalam sambutannya, dikutip dari rilis yang diterima SuaraJogja.id, Rabu (27/1/2021), Yasonna Laoly mengimbau, “Kepada Jajaran Imigrasi untuk menyelaraskan pola pikir, pemanfaatan Sumber Daya Manusia harus berkesinambungan. Situasi Covid-19 sekarang harus dijadikan sebagai momentum untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat ditengah keterbatasan dan situasi yang serba ketidakpastian. Program kegiatan Kementerian Hukum dan HAM yang menjadi sasaran Direktorat Jenderal Imigrasi yaitu: 1. Penegakan dan Pelayanan Hukum, 2. Program Dukungan Manajemen.”
“Saya berpesan kepada jajaran Imigrasi untuk senantiasa patuh dan teguh. Jadikan pekerjaan yang saudara lakukan sebagai ibadah didepan Tuhan Yang Maha Esa. Kondisi Covid-19 jangan menjadi penghalang saudara untuk berkreasi dan berinovasi demi kemajuan Imigrasi dan Kementerian Hukum dan HAM di masa mendatang,” lanjut Yasonna.
Dalam Kesempatan peringatan tersebut, Kepala Kantor Imigrasi Yogyakarta Andry Indrady juga menyampaikan bahwa Kantor Imigrasi Yogyakarta tahun 2020 telah melakukan pencapaian yang sangat luar biasa dalam membangun Zona Integritas, yaitu mendapatkan predikat Wilayah Bebas Dari Korupsi (WBK).
Selain itu, walaupun anggaran pada masa pandemi Covid-19 ini sangat terbatas, tetapi Kantor Imigrasi Yogyakarta dapat meraih prestasi dalam pengelolaan keuangan, yaitu merupakan salah satu satuan kerja dengan Nilai Indikator Pelaksanaan Anggaran terbaik dari seluruh Indonesia.
“Target tahun 2021 Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta akan berkomitmen terus dalam pembangunan Zona Integritas untuk meraih predikat selanjutnya yaitu predikat Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) dengan terus berdedikasi dan berintegritas tinggi dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sehari-hari serta terus berinovasi sebagai bentukpeningkatan pelayanan kepada masyarakat," ujar Andry.
Kegiatan Hari Bhakti Imigrasi ke 71 diakhiri dengan Pemotongan Tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur oleh Menteri Hukum dan HAM RI, yang diikuti oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM dan Unit Pelaksana Teknis Keimigrasian se Indonesia.
Berita Terkait
-
Banyak Pelajar Overstay, Kantor Imigrasi Yogyakarta Deportasi 5 WNA di 2020
-
Dampak Covid-19, Pelayanan Keimigrasian di Jogja Turun Lebih dari 50 Persen
-
WNI dari Inggris Boleh Masuk ke Indonesia, Ini Syarat yang Wajib Dilakukan
-
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Beri Kemudahan WNA yang Tinggal di Yogyakarta
-
Ada Wabah Corona, Imigrasi Yogyakarta Hentikan Beri Bebas Visa 169 Negara
Terpopuler
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
- Krim Malam yang Bagus Apa? Ini 4 Rekomendasi Sesuai Klaim dan Harga
- Segel Ruang Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Hilang, Jaksa KPK Cium Ada Pihak Terlibat
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Konsumsi Daging di Jawa Menggila, Ternak Terbatas, Selandia Baru Siap Ekspor Sperma Sapi ke Jogja
-
Permintaan Les UTUL UGM di Jogja Nyaris Setara UTBK, Edufio Jalankan Keduanya
-
Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Ash-Sholihah, Kanwil Kemenag DIY Layangkan Surat Peringatan
-
Ponpes Ash-Sholihah Buka Suara Terkait Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Pengurusnya
-
Soroti Isu Ketahanan Pangan, Ratusan Mahasiswa Lintas Kampus Ikuti Forum Rembuk Pangan di Jogja