Bu Rum pelopor ayam geprek di Jogja
Ruminah alias Bu Rum bukanlah self-proclaimed pelopor ayam geprek. Ketenarannya bahkan sudah diakui Wikipedia.
Memang kini berbagai warung di seluruh penjuru Indonesia menyediakan ayam geprek, tetapi nama Bu Rum sudah diabadikan sebagai sang pencipta, setidaknya menurut orang-orang Jogja dan -- lagi -- Wikipedia.
Sejak 2003 Bu Rum sudah mulai berkontribusi menyambung hidup mahasiswa dan anak-anak kos lewat warung Ayam Geprek Bu Rum.
Mulanya, saat dia berjualan, ada pelanggan mahasiswa yang meminta dibuatkan ayam goreng tepung yang dilumatkan menggunakan cobek bersama sambal bawang. Ternyata rasanya enak dan menagih, hingga tersebarlah kabar gembira menu menakjubkan itu dari mulut ke mulut.
Kala itu para mahasiswa menyebutnya dengan berbagai istilah, mulai dari ayam dibejek hingga digejrot.
Namun, sang juru masak akhirnya memilih menyebut menu itu dengan nama "ayam geprek".
Ciri khas ayam geprek Jogja
Selain ayam digeprek sampai hancur, ciri khas ayam geprek Jogja juga terletak pada racikan bumbu yang menjadi sambalnya.
Baca Juga: Viral Bule Penjual Mi Ayam di Jogja, Jatuh Bangun dengan Suami Saat Pandemi
Tak neko-neko, ayam digeprek hanya dengan bahan-bahan sambal bawang: cabai, bawang putih, garam, dan penyedap rasa. Terkadang terasi dan tomat juga ikut dimasukkan sesuai selera.
Sementara itu, menurut keluhan sejumlah warganet, ayam geprek Jakarta seringkali ditambah bawang merah dan bahan-bahan lainnya.
Tak hanya itu, kebanyakan warung ayam geprek Jogja memiliki konsep prasmanan, di mana pembeli bisa memilih sendiri ayam yang mereka mau.
Harganya pun sangat terjangkau, rata-rata tak sampai Rp15 ribu untuk setiap porsi ayam geprek.
Kini warung yang menjual menu serupa pun sudah menjamur.
Di Jogja sendiri, selain Bu Rum, warung ayam geprek yang tak kalah populer antara lain Ayam Geprek Bu Made, Preksu, sampai Ayam Geprek Mas Kobis.
Berita Terkait
-
Sudah Girang Dapat Minuman Gratis, Anak Kos Ini Malah Bernasib Ngenes
-
Deretan Video dr Tirta Semprot Covidiot Sebar Hoaks dan 4 Berita SuaraJogja
-
Makan Siang di Mi Ayam Mbak Bule yang Viral, Ada Pandemi tapi Never Give Up
-
Viral Bule Penjual Mi Ayam di Jogja, Jatuh Bangun dengan Suami Saat Pandemi
-
Jelaskan Bedanya Ayam Geprek Versi Jakarta dan Jogja, Pria Ini Emosi Berat
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Unjuk Rasa hingga Saling Dorong,Mahasiswa Papua Sebut Kolonialisme Masih Tumbuh
-
Upacara HUT RI ke-81 di Kulon Progo Berlangsung Tanpa Tenda Pejabat, Seluruh Peserta Berdiri Sejajar
-
Ketika Persoalan Bangsa Tak Kunjung Usai, Bendera 25 Meter Mengingatkan Arti Cinta Tanah Air
-
Civitas Akademika Jogja Pilih Sindir MBG, Kopdes hingga Korupsi Lewat Karnaval Kemerdekaan
-
Perubahan Iklim Mulai Menggerus Produktivitas Ternak, Pakar UGM Dorong Strategi Baru