SuaraJogja.id - Tindakan tak sopan dialami seorang perempuan saat berkunjung ke malioboro. Perempuan tersebut mengaku mendapat perlakuan catcall oleh oknum petugas keamanan di kawasan tersebut.
Lewat unggahan di akun Twitternya, korban mengaku mendapat Tindakan tak sopan tersebut saat ditegur terkait penggunaan masker.
Ia mengaku saat itu tengah duduk bersama seorang rekannya di pinggiran Malioboro. Tetiba ada panggilan dari salah seorang oknum petugas keamanan.
Korban kemudian mendatangi petugas tersebut lantaran mengira akan ditegur soal protokol kesehatan. Tetapi di luar dugaan, salah seorang petugas keamanan tersebut malah berbicara dan bersikap tak sopan kepadanya.
"Jadi aku lagi duduk-duduk sama R**** di pinggiran gitu, terus lama-lama dilihatin sambil di pssst in gitu. Terus aku mah pura-pura ngga sadar aja sampai dia manggil aku Mbak-mbak gitu. Yawes aku samperin kan kukira mau ditegur gegara kerumunan atau buka masker. Terus pas aku nyamperin pada ketawa-ketawa gitu sambil bilang Mbak abis jatuh ya itu celananya sobek-sobek. Di situ aku dah mau balik lagi karena apa sih nggak jelas lo. Tapi dia suruh cek suhu padahal tadi udah," terangnya.
Lebih jauh, korban makin kesal lantaran sikap kurang menyenangkan itu masih dilakukan saat ia beranjak menjauh dari para petugas keamanan tersebut.
"Habis itu kutinggal pergi lah langsung tapi tuh dia masih manggin-manggil nunjuk-nunjuk nggak jelas anjir nggak sopan. Aku nggak tahu ini terhitung catcalling atau enggak tapi tetep aja nggak bener. Lagi pula harusnya dia tuh mengayomi wisatawan bukannya menciptakan lingkungan yang tidak nyaman," ungkapnya.
Peristiwa tersebut nyatanya dapat tanggapan berbagai netizen, salah satunya dari Elanto Wijoyono.
Aktivis sosial asal Yogyakarta yang sempat viral saat menghentikan konvoi moge tersebut pun turut membagikan pengalaman serupa yang dialami istrinya di kawasan Malioboro.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Jogja Hari Ini, Minggu 7 Februari 2021
Ia menyebut kejadian itu terjadi pada 2012 silam. Ia bahkan sempat melaporkan oknum terkait ke wali kota.
"Tahun 2012 lalu, perempuan yang kini jadi istri saya juga diperlakukan seara tidak hormat oleh beberapa oknum Satpol PP saat masuk ke kompleks Balaikota Jogja. Kami membuat laporan ke Wali Kota. Pimpinan Satpol PP baru merespon ketika media mengangkat kasus tersebut. 8 Tahun berlalu masih saja terjadi?" ungkapnya.
Sementara itu, merespon ungkapan korban yang mengalami tindakan tidak menyenangkan di Malioboro, pihak pemkot Kota Jogja langsung meminta maaf.
Melalui akun Twitter resminya, pemkot Kota Jogja bakal segera menyampaikan keluhan korban tersebut ke Satpol PP terkait.
"Mohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamannya njih mbak. Segera kami sampaikan ke @Polppkotayogyakarta dan UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya @DinasKebudayaan untuk segera dilakukan evaluasi terhadap petugas yang berjaga di Malioboro," tulisnya.
Tag
Berita Terkait
-
Viral Curhat Pengunjung Malioboro Digoda Oknum Petugas!
-
Tak Banyak yang Tahu, Ternyata Ini Asal Usul Kawasan Wisata Malioboro Jogja
-
ARDY Kritik Larangan Demo di Malioboro, Gubernur DIY Diminta Cabut Pergub
-
Terbit Pergub Larangan Demo di Malioboro, DPRD DIY: Silakan Demo di DPRD
-
Malioboro Acak-acakan, PPMAY Minta Pemda DIY Ambil Alih dari Pemkot Jogja
Terpopuler
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Wishlist Steam Menumpuk? Ini 5 Cara Menyiasati Musim Diskon Besar
-
Sukses di Jogja, ZAP Fest 2026 Siap Sambangi 2 Kota Lain dengan Konsep Beauty, Music, dan Lifestyle
-
Simposium Khatulistiwa 2026 Refleksikan Etik Perawatan dalam Praktik Kuratorial Melalui Niti Rumat
-
Pembukaan Sawit Dicap Pemicu Karhutla, Lahan Terlantar Diklaim Justru Jadi Ancaman
-
Pungli Parkir Terus Berulang, Kabupaten/Kota Jogja Didesak Tak Sekadar Buat Aturan