SuaraJogja.id - Nasib dua pengedar narkoba berkedok driver ojek online harus berakhir di ruang tahanan Polres Bantul. Kepolisian meringkus sebanyak 18 tersangka pengedar dan pemakai narkoba selama Februari 2021.
Dua tersangka itu antara lain MA (27) dan AN (36). Pelaku MA ditangkap saat berada di Pom Bensin Singosaren III, sementara AN diamankan di indekos di wilayah Banguntapan, Bantul.
"Pelaku-pelaku ini berprofesi dan berlatar belakang berbeda-beda. Dua di antaranya sopir ojek [driver ojol]. Jadi melakukan pekerjaan yang tidak semestinya dilakukan," kata Kasat Res Narkoba AKP Archye Nevada saat konferensi pers di Mapolres Bantul, Rabu (3/3/2021).
Archye melanjutkan bahwa keduanya terlibat pengedaran narkoba jenis obat berbahaya dan juga serbuk kristal diduga sabu-sabu serta ganja. MA terbukti menyimpan pil putih bertulis huruf Y di sebuah bungkus rokok.
"Pelaku ini menyimpan 4 plastik yang masing-masing terdapat 10 pil yang disimpan di sebuah bungkus rokok. Selain itu, ada uang tunai yang kami amankan sebesar Rp70 ribu," katanya.
Sementara itu, AN sempat menyembunyikan barang haram berupa 3 pil Alprazolam, satu plastik bening berisi serbuk kristal yang kuat dugaannya berupa sabu-sabu, serta satu linting coklat diduga berisi ganja.
"Pelaku menyembunyikan barang haram itu di sebuah power bank. Barang diduga sabu seberat 0,52 gram, sementara lintingan cokelat diduga ganja seberat 0,38 gram," katanya.
Archye mengatakan, tak hanya driver ojek, satu di antara 18 tersangka merupakan ibu rumah tangga berinisial EK (33).
"Tersangka menyembunyikan pil alprazolam dan pil bertulis calmlet di sebuah papan catur dan dompet. Pelaku merupakan satu-satunya perempuan yang kami amankan di bulan Februari kemarin," katanya.
Baca Juga: Polres Bantul Ringkus 18 Pelaku Penyalahgunaan Obat Terlarang di Februari
Pelaku, kata Archye, berjumlah 18 orang berinisial EK (33), ibu rumah tangga; BIN (38); Bimbim (24); KIS (25); TE (37); AN (36) dan MA (27), driver ojek; SAW (23); SDA (23); JS (24); SJA (21); YA (24); TAR (38), pedagang angkringan; STS (31); AZ (26), mahasiswa; EW (31); SUP (29); serta HDS (28).
"Bulan ini [Februari] ada 17 perkara yang kami ungkap, 18 tersangka diamankan," kata dia.
Ia mengatakan bahwa pelaku mendapatkan barang tersebut dari luar wilayah Yogyakarta. Selain itu, pelaku juga membeli serta menjual kembali melalui toko-toko online.
"Narkotika, sabu, dan ganja biasa dibeli dari wilayah Sumatra. Sementara barang berupa pil dibeli secara daring," ungkap dia.
Atas perbuatan mereka, para pengedar dan pemakai narkotika dijerat dengan pasal 112 ayat 1 UU Narkotika dengan penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun.
Sementara pelaku pengedaran psikotropika dijerat dengan pasal 62 UU psikotropika dengan maksimal penjara lima tahun atau denda Rp8 miliar.
Berita Terkait
-
Polres Bantul Ringkus 18 Pelaku Penyalahgunaan Obat Terlarang di Februari
-
Polisi Tangkap 2 Pengedar Narkoba di Medan, 2 Kg Sabu Disita
-
Apes, Pemuda NTT Dituntut 7 Tahun Penjara dan Denda Rp 800 Juta
-
Eks Pengasuh Bayi Menangis di Halaman Polda DIY Usai Terciduk Edarkan Sabu
-
Sabu hingga Pil Koplo, Polda DIY Ungkap 25 Peredaran Narkoba Selama Januari
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Tuan Rumah JCWF & Munas DPP PUTRI 2026, Loman Park Hotel Dorong Sinergi Wellness-Pariwisata
-
Perempuan Tak Punya Pilihan Berhenti Haid, Pajak Pembalut 11 Persen Dinilai Nodai Keadilan Gender
-
Kota Jogja Vs Gunungkidul: Jarak Kualitas Hidup Ini Ternyata Masih Jauh!
-
Dinkes Sleman Catat 112 Kasus Leptospirosis hingga Oktober 2026, Dua Meninggal Dunia
-
BRI Hadirkan Keistimewaan Pendidikan Anak bagi Nasabah Private dan Prioritas