SuaraJogja.id - Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Bantul meminta Pemerintah Kabupaten Bantul mengembalikan dan memisahkan Dinas Pertanian Pangan, Kelautan dan Perikanan. Hal itu dianggap menyulitkan koordinasi antara nelayan dan dinas. HNSI juga meminta agar nelayan bisa lebih dekat memberikan aspirasinya langsung ke Pemkab.
Ketua HNSI DPC Bantul Suyanto menerangkan bahwa aspirasi nelayan selama ini terkesan diterima sangat lambat. Pasalnya beberapa masukan dari nelayan ke pemerintah tak segera digubris.
"Jadi dari nelayan sendiri harus melalui koordinasi yang panjang. Sehingga aspirasi kami direspon sangat lambat. Memang ada masukan yang harus melalui provinsi dan Pemkab. Namun akan lebih mudah jika ada dinas yang menangani secara khusus teman-teman nelayan," kata Suyanto ditemui wartawan saat silaturahmi HNSI Bantul bersama Bupati Bantul di Pantai Depok, Rabu (17/3/2021).
Ia melanjutkan, memang sebelumnya Dinas Kelautan Perikanan pernah berdiri sendiri. Namun sekitar 2010, dinas tersebut digabung bersama 3 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain dan menjadi Dinas Pertanian Pangan, Kelautan dan Perikanan.
Baca Juga: Sudah Vaksin Massal, Tenaga Kerja Bantul Mulai Diberangkatkan ke Luar DIY
"Ketika bisa berpisah, akses kami akan lebih mudah. Kami tidak terbagi ke bidang-bidang lain. Maka dari itu kami berharap aspirasi kami ini bisa diterima melalui Bupati yang bisa mengambil kebijakan," terang dia.
Terpisah, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyambut langsung aspirasi nelayan menyangkut perihal pemisahan Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan. Halim secara tegas tak keberatan atas usulan Dinas Kelautan dan Perikanan berdiri sendiri.
Kendati begitu, dia mengaku perlu kajian dan asesmen serta melihat kaidah-kaidah aturan yang ada untuk mewujudkan aspirasi para nelayan.
"Pada prinsipnya saya tidak keberatan, hanya saja nanti perlu dilakukan sebuah perhitungan-perhitungan, asesmen, karena pembentukan SOTK itu memang harus berpedoman peraturan di atasnya yang harus dipedomani. Oleh karena itu, harapan nelayan ini harus menunggu kajian, apakah visibel, layak, atau belum. Jadi saya belum bisa langsung menjawab, karena harus dihitung berdasarkan asesmen yang objektif," kata Halim setelah kunjungan Silaturahmi HNSI Bantul di Pantai Depok.
Dikatakan Halim salah satu kajian melihat seberapa besar beban yang diusung Dinas Kelautan dan Perikanan. Selanjutnya adalah nilai scoring kebutuhan untuk membuat satu dinas baru.
Baca Juga: 3 Bulan Pertama 2021, Polres Bantul Sebut Penyalahgunaan Narkoba Meningkat
"Coba nanti kami kaji sejauh mana urgensinya, bagi saya yang penting output-nya adalah kesejahteraan nelayan. Jika dinas ini dibentuk harus bisa menjamin meningkatnya kesejahteraan nelayan kita," ungkapnya.
Berita Terkait
-
Sebut Proyek Perusak Alam Tetap Berlanjut, Warga Pulau Pari: Penyegelan Cuma Gimik!
-
Skandal Solar Subsidi Kolaka: Nelayan Menjerit, Negara Rugi Rp105 Miliar!
-
Nelayan Dumai Hadapi Perubahan Iklim dengan Teknologi PLTS dan Bioflok
-
Nelayan Menjerit! Akses Solar Subsidi Sulit, Aturan Baru Bahlil Bikin Tambah Susah?
-
Korban Kecelakaan Kapal di Korsel, Jenazah 2 WNI Telah Dipulangkan ke Pihak Keluarga
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
Terkini
-
Harga Kebutuhan Pokok di Kota Yogyakarta Seusai Lebaran Terpantau Stabil
-
Tiga Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Parangtritis, Satu Masih Hilang
-
Cerita UMKM Asal Bantul Dapat Pesanan dari Amerika di Tengah Naiknya Tarif Impor Amerika
-
Diserbu 110 Ribu Penumpang Selama Libur Lebaran, Tiket 50 Perjalanan KA YIA Ludes
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo