SuaraJogja.id - Tradisi Padusan yang diperbolehkan Pemkab Bantul di Pantai Parangtritis disambut baik oleh masyarakat Bantul. Pantai Parangtritis di Kabupaten Bantul yang biasa menjadi lokasi padusan masyarakat menjelang puasa Ramadan ramai didatangi orang, Senin (12/4/2021).
Salah seorang warga Samarinda yang tinggal di Yogyakarta, Amar menjelaskan bahwa pihaknya cukup bersemangat menjalani puasa di bulan Ramadan. Ditambah lagi, tradisi padusan bisa dia lakukan setelah pemerintah mengizinkannya.
"Saya sudah lama tinggal di Jogja dengan anak istri. Biasanya mandi sebelum memulai puasa saya lakukan di Parangtritis. Namun karena kemarin pandemi Covid-19 acara padusan kan ditiadakan," kata Amar ditemui wartawan di pantai Parangtritis, Senin.
Dirinya merasa bahwa tradisi padusan harus dia lakukan. Mengingat adanya Covid-19 yang cukup berbahaya, ia mengurungkan niat tersebut.
"Karena untuk kebaikan bersama dan keluarga, saya memilih mengurungkan niat itu dulu. Daripada tertular Covid-19. Disamping itu pemerintah sebelumnya melarang datang ke Parangtritis," jelas dia.
Dengan diizinkannya padusan di tahun ini, Amar mengaku lebih berani untuk melakukan tradisi tersebut. Di sisi lain, adanya vaksinasi ke sejumlah kelompok masyarakat, diharapkan metabolisme tubuh lebih kuat.
"Saya sekarang merasa yakin dan lebih berani ketimbang sebelum ada vaksin. Ya memang sebagai antisipasi saya tidak lama-lama berendamnya. Setelah itu segera membersihkan diri dan memakai masker lagi," ujar dia.
Pengunjung Pantai Parangtritis lainnya, Tesar mengaku masih takut untuk berendam di pantai. Dirinya datang hanya untuk berlibur, ia memilih tidak melakukan padusan dahulu.
"Biasanya saya ikut padusan ketika pulang ke Sragen, rumah saya. Tapi karena situasi masih covid-19 ini, saya memilih tidak padusan dulu. Niat ke pantai ini untuk liburan saja," ujar Tesar yang masih menempuh pendidikan Perguruan Tinggi di Yogyakarta itu.
Baca Juga: 4 EWS Pendeteksi Longsor Rusak, BPBD Bantul Andalkan Info dari Relawan
Terpisah, Koordinator Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Parangtritis, Rohmat Ridwanto menjelaskan jumlah kunjungan masyarakat hingga pukul 16.00 wib mencapai 3.800 orang.
"Jumlahnya cukup meningkat dibanding hari-hari normal lainnya. Biasanya kan hingga pukul 16.00 wib sekitar 2.000 orang. Sore ini cukup banyak," terang dia.
Ia mengatakan tingkat kunjungan wisatawan ke Pantai Parangtritis cukup banyak pada hari Minggu (11/4/2021) kemarin. Tercatat terdapat 19.000 orang pengunjung ke Parangtritis.
"Jumlah ini paling banyak selama pandemi Covid-19. Itu khusus pada hari Minggu. Jika hari Minggu sebelumnya itu hanya 10.000 pengunjung. Mungkin ada izin untuk padusan juga bisa mempengaruhi peningkatan wisatawan ini," jelas dia.
Terpisah, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan bahwa tradisi padusan tak dilarang untuk dilakukan masyarakat. Kendati begitu pihaknya hanya meminta agar masyarakat tetap menaati protokol kesehatan.
"Tidak dilarang, padusan boleh saja. Hanya saya minta dibatasi dan menaati protokol kesehatan. Padusan kan tidak hanya di pantai, ada di tempat lain seperti kolam renang. Silahkan saja yang penting tetap menjaga jarak dan tak perlu berlama-lama," ujar Halim kepada wartawan ditemui di Kantor Satpol PP Bantul.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 4 Mobil Keluarga Bekas 50 Jutaan: Mesin Awet, Cocok Pemakaian Jangka Panjang
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
Pilihan
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
Terkini
-
5 Pantai di Bantul Yogyakarta yang Bisa Dikunjungi Sekaligus dalam Satu Hari
-
Skema Haji Berubah, Kuota Haji Jogja Bertambah 601 Orang, Masa Tunggu Terpangkas Jadi 26 Tahun
-
Indonesia Miskin Keteladanan, Muhammadiyah Desak Elit Selaraskan Ajaran dan Tindakan
-
8 Wisata Jogja Terbaru 2026 yang Cocok Dikunjungi Saat Libur Panjang Isra Miraj
-
Libur Isra Miraj, 34 Ribu Wisatawan Diprediksi Masuk Yogyakarta per Hari