Kepala Satpol PP Bantul, Yulius Suharta menerangkan bahwa pihaknya akan melakukan pengawasan di lokasi yang biasa menjadi pasat tiban.
"Nanti kami terjunkan personel untuk mengawasi aktivitas jual beli di pasar-pasat tiban. Termasuk di depan Pasar Bantul, Pasar wilayah Imogiri, Angkruksari, sekitar pukul 16.00 WIB akan ada personel yang mengawasi," katanya.
Yulius tak menampik, situasi jelang berbuka puasa di pasar tiban sangat ramai pembeli. Namun dirinya tak mengambil tindakan tegas atau memberi hukuman bagi pelanggan dan pembeli.
"Karena situasinya warga masih menjalankan puasa tidak ada sanksi fisik, kami hanya menegur saja, tetapi jika ada warga yang tak mengenakan masker misalnya, ya kami berikan sanksi menyanyikan lagu Indonesia Raya," ujar Yulius.
Pantauan wartawan, sejak pukul 15.30 WIB, pelataran di timur Pasar Bantul sudah ramai pedagang. Mulai pedagang makanan ringan, berat dan minuman segar.
Pedagang dan pembeli yang datang mengenakan masker sebagai bagian dari protokol kesehatan. Selama pedagang berjualan tidak ada petugas Satpol PP yang berjaga.
Hingga pukul 17.30 WIB, kondisi pasar Bantul masih ramai pembeli dan pedagang.
Berita Terkait
-
Dapat Tambahan 10 Ribu Dosis, Bantul Lanjut Vaksinasi Lansia di Bulan Puasa
-
Awasi Peredaran Petasan Saat Ramadhan, Satpol PP Bantul: Ganggu Ya Ditindak
-
Hormati Bulan Ramadan, Lokasi Hiburan Malam di Parangtritis Tutup Sepekan
-
Meriah, Pasar Sore Kampoeng Ramadhan Jogokariyan Terapkan Prokes Ketat
-
Bulan Puasa, Dinar Candy Binggung Unggah Foto di Instagram
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
GEMPAR Dorong Pedagang Pasar Ngino Melek Digital Hingga Buka Wacana Pasar Sore
-
Festival Udin 2026, Merawat Ingatan 30 Tahun Kasus Udin
-
Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Screening 'Harusnya Horror' di Jogja Jelang Penayangan: Reza Arap dan AAAClan Disambut Meriah