Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Rabu, 05 Mei 2021 | 06:53 WIB
Wanita pelaku sate sianida (Twitter/upil_jaran67)

Hari ulang tahun Nani Aprillia Nurjaman, pengirim sate sianida yang jusru menewaskan bocah SD di Bangunharjo, Sewon, Bantul, berubah kelam. Tepat di hari ia menapaki usia baru pada 30 April lalu, Nani ditangkap petugas kepolisian karena identitasnya terungkap setelah polisi menyelidiki pelaku dari kasus tewasnya Naba Faiz Prasetya (10).

Penangkapan Nani, yang dilakukan sekitar pukul 22.30 WIB pada Jumat (30/4/2021) itu sempat diketahui oleh tetangganya. Eni Wulandari (50), saat ditemui di Pedukuhan Cepokojajar RT 3, Kalurahan Sitimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul, mengatakan, awalnya Nani sedang berurusan dengan debt collector.

Baca selengkapnya

4. Motif Sakit Hati, Kriminolog UGM Saran Periksa Kejiwaan Pelaku Sate Beracun

Polda DIY berhasil mengamankan pemberi sate beracun sianida, Nani Aprilliani Nurjaman (25), warga Majalengka, Jawa Barat. Motif di balik perilaku tak terpuji tersebut adalah, pelaku sakit hati karena target penerima sate beracun menikah dengan perempuan lain.

Menurut Kriminolog UGM Suprapto, dari serangkaian pernyataan dan berita mengenai pelaku, motif yang melatarbelakangi adalah sakit hati karena dikhianati. Namun ia menilai, ada banyak pasangan yang sudah menikah dan dikhianati, tetapi tidak berakhir pembunuhan, sehingga kondisi kejiwaan pelaku juga harus diperhatikan.

Baca selengkapnya

5. Kronologi Nani Kirim Sate Sianida hingga Ditangkap, Terancam Hukuman Mati

Baca Juga: Sosok Aiptu Tomi Menjadi Target Sate Beracun, Pernah Tangani Kasus Ini

Rasa penasaran publik terobati setelah Polda DIY mengungkap sosok wanita misterius pengirim sate beracun sianida yang menewaskan seorang bocah SD asal Sewon, Bantul bernama Naba Faiz Prasetya (10).

Dalam konferensi pers di Mapolres Bantul, Senin (3/5/2021), sosok Nani Aprilliani Nurjaman (25) dihadirkan di depan awak media. Sebelumnya, ia ditangkap di tempat tinggalnya di wilayah Potorono, Banguntapan, Bantul.

Baca selengkapnya

Load More