Scroll untuk membaca artikel
Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Mutiara Rizka Maulina
Minggu, 30 Mei 2021 | 15:22 WIB
Anggota JCW Baharuddin Kamba melakukan aksi mandi kembang sebagai wujud protes atas kerusakan Underpass Kentungan, Minggu (30/5/2021). - (SuaraJogja.id/HO-dokumen pribadi Kamba)

Jika setelah aksi ini dilakukan belum ada tindakan atau tanggapan dari pihak terkait, Kamba mengaku akan mengirimkan surat langsung ke Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono. Sehingga pihak kementerian sendiri bisa langsung mengecek kondisi proyek yang digarap nasional tersebut.

Dari aksinya, Kamba berpesan kepada masyarakat untuk berhati-hati ketika melintas Underpass Kentungan dan terus mengawal kondisi kontruksi jalan tersebut. Terutama pengguna jalan yang kerap melintasi ruas jalan tersebut. Wajib mengawal perbaikan melalui berbagai media massa.

"Jangan sampai, perbaikan baru akan dilamhkan setelah menelan korban," tutupnya.

Sebelumnya, PPK 1.4 Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) DI Yogyakarta Julian Situmorang mengatakan jika penyebab banjir setinggi 20 centumeter yang terjadi di Underpass Kentungan disebabkan oleh mati listrik. Hal tersebut menyebabkan arus listrik di panel yang tersedia mengalami penurunan.

Baca Juga: Erick Thohir Ketemu "Kembaran" di Jogja dan 4 Berita Top Suarajogja

"Dugaan dari panel karena sempat mati lampu sekitar situ dia turun. Tadi pas waktu kita cek datang ke sana memang posisinya tidak ada arus di situ akhirnya kita naikkan yang lain baru arus jalan lagi. Setelah itu makanya langsung airnya langsung turun," kata Julian.

Kedepannya, untuk mencegah hal serupa terjadi Julian akan melakukan pengecekan terhadap panel yang sempat diduga bermasalah. Jangan sampai ketika nanti listrik padam, panelnya kembali tidak berfungsi. Pihaknya akan melakukan pemeriksaan pada panel listrik pompa.

Load More