SuaraJogja.id - Kasus krisis oksigen dan rumor bahwa puluhan pasien Covid-19 di RSUP Dr Sardjito meninggal akibat kehabisan oksigen terus menuai sorotan. Termasuk salah satunya dari dr Tirta.
Sebelumnya, diketahui bahwa pihak RSUP Dr Sardjito mengakui pihaknya pada akhir pekan lalu tengah dalam situasi krisis oksigen. Meski begitu mereka membantah terkait beredarnya informasi yang menyatakan 63 pasien Covid-19 yang dirawat di sana meninggal akibat kehabisan oksigen.
Bantahan serupa pun juga diungkapkan langsung oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Dalam telewicara di Kompas TV, Sri Sultan Hamengku Buwono meyakinkan bahwa tidak ada pasien di RSUP Dr Sardjito yang meninggal akibat kehabisan oksigen.
"Jadi memang memerlukan oksigen tapi bukan berarti tidak ada oksigen, jangan berasumsi bahwa meninggalnya pasien Covid-19 di Sardjito itu karena tidak ada oksigen itu tidak betul," ungkapnya, Senin (5/7/2021) malam lalu.
Tapi bantahan tersebut mendapat sorotan dari dr Tirta Mandira Hudhi. Lewat kicauannya di Twitter, relawan Covid-19 tersebut menuliskan kicauan tak senada dengan pernyataan Gubernur DIY yang membantah perihal kematian pasien akibat kehabisan oksigen.
"Yo ra ngoten to ndan, konco-koncoku kerjo ning Sardjito. Reti Kondisine pie (Ya jangan begitu to Ndan, teman-temanku kerja di Sardjito, tahu kondisinya seperti apa - red)" tulis dr Tirta.
Tak hanya itu, kolom komentar unggahan terakhir Instagram milik RSUP Dr Sardjito juga banjir komentar terutama dari keluarga pasien yang mengaku mereka meninggal akibat kehabisan oksigen.
"Ibu saya jadi korban juga kehabisan oksigen kata dokter yang jaga di IGD Sardjito udah gak bisa ketolong meninggal jam 7.20 itu pun masih nunggu jenazah di tangani jam 20.00," kata dhestianggraeni.
"Saya termasuk keluarga pasien meninggal loh..Oksigen central beroperasi tapi tidak normal (kecil) terus dialihkan pakai tabung, sampai habis 2 tabung ga ada stok lagi...itu kritis diantara jam 22.00-01.00an disitu mulai banyak korban berjatuhan di IGD, belum yang di bangsal-bangsal, bantuan Polda DIY datang sekitar 02.30," tulis hananpwardana.
Baca Juga: Dr Tirta Bongkar Rahasia Warga Baduy Tak Pernah Positif Covid-19
Sebelumnya RSUP Dr Sardjito menjelaskan bahwa informasi yang menyebut ada 63 pasien di rumah sakitnya yang meninggal akibat kehabisan oksigen adalah tidak tepat.
Dalam pernyataan yang disampaikan di akun Instagramnya, adapun pasien yang meninggal saat pasokan oksigen habis ada sebanyak 33 orang itupun karena kondisi sakitnya memang berat.
"Bahwa kami informasikan pasien yang meninggal setelah pukul 20.00 WIB atau pasca oksigen liquid central habis sejumla 33 pasien. Kematian tersebut tidak serta merta terjadi akibat tidak tersuplainya oksigen dalam perawatan namun dikarenakan kondisi sakitnya yang memang berat. Kebutuhan oksigen untuk pasien-pasien pada saat itu tetap tersuplai dari oksigen tabung yang telah disediakan rumah sakit maupun dari bantuan institusi lain terutama dari Polda DIY," isi penjelasan RSUP Dr Sardjito pada poin ketiga.
Berita Terkait
-
GKR Hayu Unggah Hoaks Kematian 63 Pasien Sardjito Kehabisan Oksigen, Disentil Anggota DPRD
-
Antisipasi Kasus RSUP Dr Sardjito Tak Terulang, Pemda DIY Siapkan Pasokan 47,6 Ton Oksigen
-
Sempat Krisis Oksigen, RSUP Dr Sardjito Butuh Relawan dan Donasi APD hingga Logistik
-
Bantah Kematian 63 Pasien Covid-19, RSUP Dr Sardjito Jelaskan Kronologi Krisis Oksigen
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Menyesap Selang Demi Setetes Air, Potret Ketangguhan Warga Bantul Bertahan Saat Kemarau
-
Pasien Asuransi Pemerintah Masih Menunggu, Industri Sebut Administrasi Jangan Kalahkan Kemanusiaan
-
UMY Kembangkan 5 AI Pendeteksi Penyakit, Bantu Diagnosis Kanker hingga Tumor Otak Lebih Cepat
-
Unisa Yogyakarta Perkuat Riset Lewat Laboratorium Animal House, Dukung Pengembangan Kandidat Obat
-
Isu Keamanan Jelang HUT RI Bikin Khawatir, Sri Sultan Singgung Soal Pagar Tinggi di Mal