SuaraJogja.id - Jumlah hotel dan restoran di DIY yang terpaksa harus tutup sementara saat pandemi Covid-19 semakin bertambah. Hingga saat ini total sudah ada sebanyak 125 hotel dan restoran yang memilih tidak beroperasi sementara waktu.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DPD DIY Deddy Pranowo Eryono menyampaikan bahwa sejak pandemi Covid-19 berlangsung sudah ada 100 hotel dan restoran yang tutup sementara. Jumlah itu bertambah semenjak adanya kebijakan pemerintah terkait PPKM darurat.
"Jadi hingga saat ini total ada 125 hotel dan restoran di DIY yang merupakan anggota kami menyatakan tutup sementara tidak beroperasi," kata Deddy saat dihubungi awak media, Rabu (21/7/2021).
Deddy tidak memungkiri bahwa penyebab penutupan sementara hotel dan restoran itu akibat PPKM Darurat. Pasalnya dalam kurun waktu satu bulan terakhir, tepatnya mulai tanggal 3-25 Juli mendatang, hotel dan restoran itu tidak ada pemasukan sama sekali.
Namun sayangnya, biaya operasional hotel tetap jalan, mulai dari gaji karyawan, listrik, BPJS, dan operasional yang lain.
"Kami mohon, kebijakan pemerintah akan kami turuti tapi kami butuh solusi. Hal ini kami harapkan sekali karena itu sebagai oksigen bagi kami anggota BPD PHRI DIY," ucapnya.
Disampaikan Deddy, pihaknya sebenarnya masih mempunyai sisa semangat untuk bertahan dari kondisi ini. Termasuk salah satunya dengan menunjukkan gerakan From Jogja with Love.
Gerakan itu, kata Deddy, sebagai penanda bahwa pihaknya masih mempunyai semangat untuk berjuang melawan pandemi Covid-19.
"Kami masih punya semangat, sisa semangat masih ada dengan menunjukkan gerakan From Jogja with Love, kita menyalakan lampu berbentuk hati. Namun tentu saja kami tidak bisa sendiri. Kami butuh solusi dari pemerintah," terangnya.
Baca Juga: PPKM Darurat Diperpanjang, Forum Warga Yogyakarta: Jangan Mengulang Kegagalan yang Sama
Ditanya mengenai jumlah karyawan hotel dan restoran yang ada di DIY, Deddy menyampaikan, berdasarkan data miliknya, tercatat ada sekitar 33 ribu orang. Tentu saja penutupan sementara ratusan hotel dan restoran itu berdampak pada karyawan yang bekerja di dalamnya.
Baik bagi karyawan yang dirumahkan maupun juga yang terkena dampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Namun pihaknya belum bisa menyampaikan secara pasti data karyawan yang terdampak.
"Saat ini datanya baru dikumpulkan. Tapi perlu diketahui hitungan kasarnya itu karyawan yang bekerja di hotel dan restoran dari tingkat non bintang sampai dengan bintang 5, lima sampai dengan 100 karyawan yang dirumahkan. Ini menjadi PR bagi kita," ungkapnya.
Deddy menyebut multiplayer efek bagi dunia pariwisata dan tenaga kerja di Indonesia khususnya di DIY memang cukup luas.
"Misalnya saja, satu karyawan berapa anak dan satu istri atau suami itu bisa dihitung," imbuhnya.
Menurutnya, pihak hotel dan restoran sudah tidak memiliki banyak pilihan untuk kondisi saat ini. Keputusan merumahkan karyawan itu terpaksa diambil mengingat biaya operasional yang juga tidak sedikit.
Berita Terkait
-
PPKM Darurat Diperpanjang, Forum Warga Yogyakarta: Jangan Mengulang Kegagalan yang Sama
-
Tak Ada Penumpang, Puluhan Becak Motor di Kota Jogja Mangkrak di Pinggir Jalan
-
Sederet Aturan Baru PPKM yang Berlaku Sampai 25 Juli 2021
-
Mobilitas Warga Perkampungan di DIY Masih Tinggi Selama PPKM Darurat, Ini Sebabnya
-
Jika PPKM Darurat Diperpanjang, PHRI DIY: Makin Berat Bernapas, Sudah Kritis
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Ketua Yayasan Little Aresha Dituntut 10 Tahun Penjara, 83 Anak Korban Minta Restitusi Rp2,12 Miliar
-
BRI Bidik Peluang Bisnis dari MotoGP Mandalika 2026
-
Pemerintah Berencana Buat Program Kuliah Gratis, PTS Terancam Gigit Jari Kehilangan Mahasiswa
-
Ngenes! Prabowo Tambah Pejabat, Transfer ke DIY Malah Susut Rp910 Miliar
-
MotoGP Mandalika 2026 Makin Ramah Lingkungan, BRI Peduli Kerahkan 500 Relawan