SuaraJogja.id - Tempat penginapan yang berada di sekitar Pantai Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul terkena dampak PPKM level 4. Saat penerapan PPKM level 4, tempat wisata dilarang buka.
"Kalau tempat wisata enggak boleh buka gimana mau ada tamu yang menginap," ucap salah seorang penjaga penginapan, Diky saat berbincang dengan SuaraJogja.id, Minggu (8/8/2021).
Menurut Diky, sejak terjadi pagebluk Covid-19, tingkat keterisian kamar pun sudah menurun. Apalagi adanya PPKM darurat dan PPKM level yang sudah berjalan selama satu bulan lebih.
"Akibat adanya kebijakan tersebut hampir semua penginapan yang ada di sini tidak dapat pemasukan," kata dia.
Dalam satu hari, lanjutnya, jika tidak ada PPKM, paling tidak ada tamu yang datang untuk menginap walau jumlahnya tidak banyak. Untuk tarif menginap pun juga sudah diturunkan.
"Satu hari paling enggak ada tiga atau empat orang yang menginap di sini. Harga kamarnya juga sudah diskon, tergantung fasilistasnya mulai dari Rp100 ribu sampai Rp200 ribu," jelasnya.
Bahkan sebagian pemilik penginapan memilih untuk tutup sementara. Sehingga ada pekerja yang dirumahkan dan baru bisa kembali bekerja jika kebijakan PPKM level 4 dicabut.
"Banyak teman-teman saya yang kerjanya jaga penginapan sudah tidak bekerja selama PPKM ini. Buat bayar gaji mereka saja kemungkinan susah karena enggak ada wisatawan yang menginap," ujarnya.
Ia masih tetap bekerja menjaga penginapan karena pemiliknya memilih untuk tetap buka. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan untuk menutup penginapan lebih awal.
Baca Juga: Tak Heran Obama Lahap, Mie Lethek Kuliner Ndeso Khas Bantul Ternyata Seistimewa Ini
"Ya ini cuma diminta jaga kayak biasa. Terkadang juga penginapannya tutup lebih cepat sebab enggak ada yang datang," tambahnya.
Berita Terkait
-
Hotel Sunarko Berbagi Daging Qurban untuk Warga Sekitar Jalan Parangtritis
-
Simpang Empat Jalan Parangtritis Ditutup Selama PPKM Darurat, Warga Harus Cari Jalan Lain
-
Parangtritis Ditutup Akhir Pekan, Pelaku Wisata dan Pedagang Akan Divaksin
-
Mendekati Juni, SAR Satlinmas Parangtritis Ingatkan Wisatawan Waspadai Ubur-ubur
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Teror May Day di Jogja: Mahasiswa Dikeroyok Preman Diduga Ormas, HP Dirampas Saat Rekam Aksi Brutal
-
Kawal Kasus Little Aresha, Orang Tua Korban Dorong Penambahan Pasal Berlapis dan Hak Restitusi
-
Siklus Megathrust Pulau Jawa Tinggal 30 Tahun, Pakar Kegempaan Ingatkan Kesiapsiagaan DIY
-
Niat Keluar Cari Sasaran, Komplotan Remaja Bacok Pemuda di Jalan Godean Sleman
-
Efisiensi Anggaran Bikin Pekerja Seni di Jogja Kelimpungan, Berburu Hibah demi Bertahan Hidup