"Ya jadinya gali lubang-tutup lubang untuk bisa menggaji karyawan dan memesan buku lainnya termasuk membayar sewa kios. Memang barang seperti buku kan bisa bertahan lama. Tapi jika tidak ada buku baru yang masuk percuma saja. Kadang orang-orang juga mencari buku baru itu," katanya.
Erna sapaannya, mengatakan bahwa pedagang buku di Shopping Center rata-rata menjual buku yang beraneka ragam dalam 1 kios. Adapun yang menjual buku secara spesifik namun pedagang itu memiliki kios lain yang menjual buku dengan berbagai tema.
Buku yang dijualnya antara lain, buku cerita anak, komik, buku filsafat, politik, pelajaran, novel, bahkan buku untuk budidaya dan berbisnis.
"Harganya juga standar. Mulai Rp5 ribu sampai bisa Rp200 ribu. Itu biasanya yang mahal buku kesehatan. Dulu mencari hasil Rp1 juta cukup mudah. Sekarang Rp100 ribu sangat sulit," terang dia.
Shopping center lanjut Erna, memang memberikan harga murah dibanding toko buku lain yang ada di Jogja. Bahkan kerap memberi diskon, mulai 10-25 persen. Artinya, harga buku yang dijual di toko besar lebih mahal. Hal itu juga membantu pembeli yang keterbatasan dana. Sehingga memudahkan untuk mencari buku dengan judul dan bentuk yang sama.
Bagi Erna hal itu memang terjadi kesenjangan. Namun dirinya tak mau menanggapi terlalu jauh dan menyerahkan kepada pembeli untuk memilih kiosnya atau toko buku dengan label yang lebih ternama.
"Saya pikir malah yang di toko besar itu untuk pelanggan dengan segmentasi menengah ke atas. Jadi kan punya sasaran sendiri. Jika memang mencari harga yang murah mungkin bisa ke sini," kata dia.
Lebih lanjut, kondisi saat ini, pelanggan masih sangat sedikit yang datang. Sehingga ada harapan besar ketika wisata Taman Pintar dibuka oleh pemerintah. Hal itu menyusul bahwa pelanggan cukup banyak dari wisatawan Taman Pintar.
Biasanya pembeli adalah orang tua dan siswa SD. Buku-buku cerita menjadi pilihan mereka setelan lelah berwisata ke Taman Pintar.
Baca Juga: Aturan Ganjil-Genap Diterapkan Akhir Pekan, Wawali Jogja Akui Bakal Rumit
Hal itu juga menjadi harapan pedagang lainnya. Wanita yang lebih senang dipanggil dengan nama Mamah itu mengatakan pelanggan biasanya juga sering dari wisatawan. Tidak hanya Taman Pintar tapi Malioboro juga menjadi penyumbang pemasukan kepada pedagang.
"Harapannya bisa dibuka kembali Taman Pintarnya. Jadi setelah dari sana, keluarnya kan di pintu tengah shopping ini. Ya akhirnya ada orang yang datang kan, awalnya tidak ada rencana membeli, tapi karena melihat banyak buku, bisa menarik untuk membeli," kata dia.
Tidak hanya wisatawan, sasaran pedagang cukup besar ke mahasiswa. Sehingga tahun ajaran baru pada September ini seharusnya menjadi momen pendapatan yang besar bagi pedagang
Namun karena PPKM dan belum adanya PTM, penghasilan pedagang juga berkurang.
"Jadi ada musimnya juga di sini. Misal tahun ajaran baru, nah itu jadi momen untuk mendapatkan penghasilan yang banyak. Bahkan jika tidak ada pandemi Covid-19, kami sampai lupa makan karena banyak melayani pelanggan," ungkap pedagang lain, Ruri.
Bagi Ruri, penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga hanya dengan berjualan buku. Sehingga tabungan yang sebelumnya terkumpul menjadi solusi sementara untuk keluarganya bertahan hidup.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Sembilan SPPG di DIY Terancam Ditutup Permanen, Satu SPPG Langganan Keracunan Ditutup
-
Tak Punya Anggaran, Sektor Kebudayaan Jogja Ikut Tergerus, TBY Pangkas Event dan Kurator
-
Jogja Fashion Week 2026: Panggung Kreativitas dan Regenerasi Desainer Muda
-
Bentangkan Merah Putih 1.000 Meter, Serukan Rakyat Masih Bersatu di Tengah Persoalan Bangsa
-
Hari UMKM Nasional, BRI Peduli Perkuat UMKM Desa Brilian melalui Pendampingan Berkelanjutan