SuaraJogja.id - Universitas Gadjah Mada (UGM) tengah mematangkan persiapan kuliah tatap muka dalam waktu dekat. Nantinya perkuliahan bauran itu akan diprioritaskan untuk mahasiswa baru yang belum pernah merasakan datang ke kampus.
Hal ini disampaikan langsung oleh Rektor UGM Panut Mulyono kepada awak media saat mendampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau vaksinasi di Sabha Pramana UGM, Jumat (17/9/2021).
Nantinya, kata Panut, rencana perkuliahan tatap muka itu akan dievaluasi terlebih dulu setelah pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS) pada pertengahan bulan Oktober mendatang.
Ia mengatakan, sejauh ini Menteri Dalam Negeri serta Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Pendidikan Tinggi telah terus mendorong perguruan tinggi untuk memulai perkuliahan tatap muka. Maka dari itu seluruh mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan masyarakat sekitar kampus perlu segera menerima vaksinasi.
Baca Juga: 6 Fakta Prof Adi Utarini Salah Satu Orang Paling Berpengaruh di Dunia, Kebanggaan Jokowi
"Kita sesegera mungkin untuk melakukan pembelajaran tatap muka. Nah di UGM sendiri saat ini semester sudah berjalan selama lima minggu. Maka kita akan evaluasi setelah Ujian Tengah Semester pada pertengahan Oktober ini," kata Panut.
Lebih lanjut, Panut menjelaskan bahwa rencana kuliah tatap muka itu tetap akan diterapkan secara bauran atau sebagian terlebih dulu. Kali ini UGM akan lebih memprioritaskan bagi mahasiswa-mahasiswa yang telah diterima sejak tahun lalu dan tahun ini yang belum pernah merasakan datang ke kampus.
"Kita mulai untuk pembelajaran tatap muka untuk terutama mahasiswa-mahasiswa UGM yang sejak tahun lalu diterima belum pernah ke kampus. Kemudian yang diterima tahun ini mereka juga tidak ke kampus. Nah ini yang akan kita utamakan untuk memulai pembelajaran tatap muka," tuturnya.
Manurutnya, perkuliahan tatap muka menjadi hal penting untuk bisa segera kembali dilaksanakan. Termasuk agar mahasiswa baru khususnya bisa merasakan suasana belajar di kampus.
Terlebih lagi interaksi yang terjadi antara setiap orang di kampus juga penting bagi pembentukan karakter. Sebab itu tidak bisa salurkan begitu saja jika hanya melalui daring.
Baca Juga: Prof Adi Utarini Masuk 100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia 2021 versi Majalah Time
“Karakter mahasiswa dibentuk dalam pergaulan di kampus. Kalau daring dari segi keilmuan bisa dipenuhi, tetapi pembentukan karakter, perilaku, dan sosial ada yang kurang, padahal mereka nantinya akan menjadi pemimpin-pemimpin di Indonesia,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Blak-blakan Budiman Sudjatmiko: dari Kereta Barang hingga Rencana Dahsyat Entaskan Kemiskinan
-
Kasus Pagar Laut Dikembalikan ke Mabes Polri, Pakar Harapkan Aktor Kelas Kakap Ikut Dijerat Hukum
-
Kritik Keterlibatan Ketua KPK di Danantara, PUKAT UGM: kalau Terjadi Korupsi Mau Bagaimana?
-
Ramai Soal Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Merasa Janggal : Ijazah Keluar Duluan Baru Skripsi?
-
Hasan Nasbi Beri Saran Teror Kepala Babi ke Tempo Dimasak, Dosen UGM: Pejabat Begini Menyedihkan
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
Terkini
-
Harga Kebutuhan Pokok di Kota Yogyakarta Seusai Lebaran Terpantau Stabil
-
Tiga Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Parangtritis, Satu Masih Hilang
-
Cerita UMKM Asal Bantul Dapat Pesanan dari Amerika di Tengah Naiknya Tarif Impor Amerika
-
Diserbu 110 Ribu Penumpang Selama Libur Lebaran, Tiket 50 Perjalanan KA YIA Ludes
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo