SuaraJogja.id - Pelaku kecelakaan karambol yang menabrak dua pedagang kaki lima (PKL) dan juga melukai 3 orang di Jalan Kaliurang di depan SPBU Prujakan, Kalurahan Sinduharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, menyambangi para korban. JIG (30), yang mengendarai mobil berpelat nomor AB 1673 BF, terlibat insiden tersebut pada Jumat (17/9/2021).
Pengguna akun @merapi_uncover membagikan postingan bahwa keduanya telah bertemu dan menyelesaikan persoalan atas insiden yang terjadi.
“dr. Jimmy pelaku yang Menabrak Gerobak bakwan Kawi di Jl Kaliurang KM 8, beberapa hari yang lalu, sudah mengunjungi pihak bakwan kawi untuk menyelesaikan masalah,” tulis akun tersebut.
Dalam foto itu pedagang bakwan kawi dan pelaku berfoto berdampingan. Dijelaskan dalam narasi tersebut, pelaku sudah datang dan mempertanggungjawabkan kasus dengan semestinya.
Selain itu, JIG, yang diketahui seorang dokter, juga sudah diperiksa. Insiden terjadi karena tidak sengaja dan diduga pengendara memiliki sedikit gangguan kesehatan.
“Terima kasih dr. Jimmy sudah mengunjungi kami untuk menyelesaikan masalah dengan semestinya. Perlu kami klarifikasi dari hasil pemeriksaan, beliau betul-betul tidak sengaja dan tanpa pengaruh obat-obatan atau minuman keras. Kecelakaan disebabkan karena ada sedikit gangguan kesehatan dari beliau. Semoga kita semua selalu dilindungi. Amin,” tulisnya.
Sebelumnya diberitakan, kecelakaan karambol terjadi di Jalan Kaliurang yang menyebabkan 2 gerobak PKL rusak dan melukai 3 orang warga. Insiden terjadi pukul 18.50 WIB, Jumat (17/9/2021).
Kasatlantas Polres Sleman AKP Anang Tri Novian menjelaskan, pengendara JIG melaju dari arah selatan ke utara. Sesampainya di sekitar SPBU Prujakan, Ngaglik, Sleman kendaraan oleng ke kiri dan menabrak warga serta gerobak pedagang mie ayam dan juga bakwan kawi.
Usai menabrak gerobak pedagang, mobil masih melaju hingga oleng ke kanan dan menabrak mobil berlawanan arah yang dikendarai Dian dengan nomor polisi AB 1011 WY. Serta mobil AB 1498 VY yang identitasnya masih dikumpulkan kepolisian.
Baca Juga: Dipanggil Komnas HAM Soal Dugaan Pelecehan Pegawai KPI, Kapolres: Masih Penyelidikan
Anang menjelaskan tiga orang menjadi korban. Rata-rata mendapat luka bakar akibat tersiram kuah panas. Diantaranya, Randika Akhtar Alnafis (1) mengalami luka bakar di tangan kiri dan bagian punggung.
Korban lainnya anak lima tahun Fakih Azim Al Kahfi, dan seorang anggota TNI ayah dari dua anak tersebut, Serka Setyo Budi (33) yang mengalami luka lecet kaki kiri dan luka bakar.
Berita Terkait
-
Diduga Rem Blong, Kontainer Tabrak Pangkalan Ojek dan Kios di KIIC Karawang
-
Kapolres Sleman Janji Hukum Secara Adil Pengendara Penyebab Kecelakaan di Jalan Kaliurang
-
Pengendara Penyebab Kecelakaan Karambol di Jalan Kaliurang Diketahui Seorang Dokter
-
Kronologi Lengkap Kecelakaan Karambol di Jalan Kaliurang, Lukai Dua Anak dan Anggota TNI
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Enam Warga DIY Pernah Positif Hantavirus pada 2025, Masyarakat Diminta Tak Panik
-
Lapor Polisi Sejak 2025, Kasus Dugaan Penipuan BPR Danagung di Polda DIY Jalan di Tempat
-
Gandeng YKAKI, Tilem ing Tentrem Berikan Ruang Jeda Penuh Makna bagi Mereka yang Merawat
-
Full House di Jogja, Film 'Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan' Sukses Sentuh Hati Penonton
-
Pembangunan PSEL DIY Mundur ke 2028, Nasib Pengelolaan Sampah Kabupaten dan Kota Masih Abu-abu